Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

IPTEK · 16 Mar 2026 10:14 WIB ·

Ubah Limbah Jeruk Busuk Jadi Minyak Atsiri Bernilai


					Ubah Limbah Jeruk Busuk Jadi Minyak Atsiri Bernilai Perbesar

Barito Kuala, Kalimantan Selatan [DESA MERDEKA] Desa Danda Jaya di Kalimantan Selatan kini punya cara baru melawan tumpukan sampah organik. Lewat Program Bina Desa Berdampak, tim mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berhasil mengubah limbah jeruk busuk yang awalnya tak bernilai menjadi minyak atsiri (essential oil) berharga mahal. Inovasi ini menjadi angin segar bagi warga Kecamatan Rantau Badauh dalam mengelola komoditas lokal yang sering terbuang percuma.

Minyak atsiri dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar kesehatan dan kecantikan. Cairan hasil ekstraksi ini mengandung senyawa aromatik murni yang sangat diminati untuk bahan aromaterapi, antiseptik, hingga relaksasi pikiran. Dengan teknik penyulingan yang tepat, aroma kuat khas jeruk dari sampah busuk justru berubah menjadi produk premium yang layak jual.

Solusi Berbasis Sains untuk Masalah Desa
Ketua Kelompok Mahasiswa ULM, Achmad Akmal Maulana, menjelaskan bahwa program ini adalah respon atas kegelisahan warga terhadap sampah jeruk yang belum terkelola. Tidak hanya berhenti pada minyak atsiri, tim yang terdiri dari 14 mahasiswa lintas fakultas (Teknik, Pertanian, dan MIPA) ini juga memperkenalkan diversifikasi produk lainnya.

Warga diajarkan membuat sirup jeruk untuk konsumsi rumah tangga hingga pembuatan biopori dari kulit jeruk guna menjaga kesuburan tanah. Kolaborasi disiplin ilmu di bawah bimbingan dosen Abdul Haris M.Si ini dirancang untuk menyelesaikan masalah lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

Tim mahasiswa ULM melaksanakan Program Bina Desa Berdampak di Desa Danda Jaya yang merupakan sentra buah jeruk. (Image courtesy: https://ulm.ac.id/)

Dampak Nyata Lebih dari Sekadar Kuliah
Bagi mahasiswa, program Bina Desa ULM ini menjadi wadah implementasi ilmu dari bangku perkuliahan ke dunia nyata. Targetnya pun ambisius: tidak hanya dampak sosial bagi warga Danda Jaya, tetapi juga luaran berupa publikasi ilmiah dan jurnal pengabdian masyarakat.

“Kami ingin sampah jeruk busuk ini tidak lagi menjadi beban lingkungan, tapi justru menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga,” ungkap Akmal. Dengan dokumentasi kreatif dan pendampingan berkelanjutan, Desa Danda Jaya diharapkan mampu bertransformasi menjadi desa mandiri berbasis ekonomi sirkular.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Proyek Internet Desa: Ladang Cuan Vendor, Perangkat Cepat Modar

9 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Tinggalkan Semaian Alami Petani Solok Uji Tanam Instan

29 Juli 2026 - 15:13 WIB

Padi Semi Organik Kemetul: Panen Melimpah, Petani Sumringah

28 Juli 2026 - 13:55 WIB

Sawah Krandegan Panen 3 Kali Lewat Pompa Surya

22 Mei 2026 - 14:16 WIB

Membongkar Birokrasi Lambat, Desa Sukaindah Bekasi Bersiap Digital

18 Mei 2026 - 22:21 WIB

Hilirisasi Daun Iboih Ubah Wajah Ekonomi Aneuk Batee

2 Mei 2026 - 06:18 WIB

Trending di IPTEK