Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Jalur legendaris Sitinjau Lauik kini resmi mengakhiri era “blank spot”. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengonfirmasi bahwa menara Base Transceiver Station (BTS) baru di kawasan ekstrem tersebut telah beroperasi penuh per Jumat (20/3/2026). Kehadiran sinyal kuat di titik penghubung Padang–Solok ini bukan sekadar urusan update status di media sosial, melainkan pertaruhan nyawa dan keselamatan pengendara.
Selama ini, tikungan tajam dan tanjakan curam Sitinjau Lauik kerap menjadi momok bagi pemudik, terutama saat terjadi kondisi darurat di mana akses komunikasi sangat terbatas. Kini, dengan beroperasinya BTS hasil kolaborasi Pemprov Sumbar, Telkomsel, dan DPR RI ini, Navigasi GPS dan panggilan darurat dipastikan tetap stabil meski berada di tengah topografi menantang.
Navigasi Lancar di Jalur Ekstrem
Penguatan jaringan ini sengaja dikebut agar beroperasi tepat sebelum momentum mudik Lebaran 2026. Gubernur Mahyeldi menekankan bahwa konektivitas yang responsif adalah bagian dari standar keselamatan publik. “Jalur ini krusial. Konektivitas yang baik sangat membantu masyarakat untuk navigasi maupun komunikasi dalam kondisi darurat di tikungan ekstrem,” ujarnya.
Tak hanya soal keamanan, hadirnya sinyal 4G/5G di kawasan ini juga menjadi angin segar bagi sektor pariwisata. Sitinjau Lauik yang dikenal dengan panorama alam ikoniknya kini bisa dipromosikan secara real-time oleh para pelancong yang melintas, tanpa perlu khawatir koneksi terputus.
| Aspek Infrastruktur | Dampak Positif |
| Keselamatan | Panggilan darurat lebih cepat saat terjadi kecelakaan/longsor. |
| Navigasi | Peta digital (Google Maps/Waze) bekerja lebih akurat. |
| Pariwisata | Publikasi konten panorama Sitinjau Lauik secara instan. |
| Ekonomi | Kelancaran arus logistik dan komunikasi sopir truk lintas provinsi. |
Kado Lebaran untuk Pelintas Rimba
Operasional BTS ini merupakan bukti nyata adaptasi teknologi di wilayah geografis sulit. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang berhasil mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi ini. Dengan sinyal yang lebih stabil, perjalanan melintasi rimba Sitinjau Lauik kini tidak lagi terasa terisolasi, memberikan rasa tenang bagi ribuan pemudik yang akan pulang kampung tahun ini.


















[…] Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa konektivitas di Sitinjau Lauik adalah kebutuhan darurat. Selama ini, keterbatasan sinyal menjadi kendala besar saat terjadi […]