Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

IPTEK · 18 Nov 2025 00:03 WIB ·

Rocket Stove UNNES Solusi Atasi Overload Sampah Desa Susukan


					Rocket Stove UNNES Solusi Atasi Overload Sampah Desa Susukan Perbesar

Mahasiswa UNNES Giat 13 Hadirkan Inovasi Rocket Stove di TPS Desa Susukan untuk Kurangi Volume Sampah dan Polusi

Susukan, Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Giat 13 Universitas Negeri Semarang (UNNES) menghadirkan solusi inovatif untuk mengatasi masalah penumpukan sampah di Desa Susukan. Tim KKN membangun sebuah alat pembakaran efisien bernama $Rocket$ $Stove$ di Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Desa Susukan. Inovasi ini merupakan bagian dari program resmi yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata LPPM UNNES bekerja sama dengan desa mitra selama pelaksanaan KKN tahun 2025.

Pembangunan rocket stove ini bertujuan utama untuk menjawab kondisi TPS Desa Susukan yang sering kali overload karena volume sampah melebihi kapasitas pengangkutan rutin, terutama sampah yang masih tercampur antara basah dan kering. Dengan adanya alat ini, sampah kering dapat dibakar secara efisien, sehingga volume penumpukan dapat berkurang signifikan sekaligus membantu menekan potensi polusi udara yang timbul dari proses pembakaran konvensional.

Mengatasi Sampah Tak Terpilah dengan Teknologi Tepat Guna

Tim KKN Giat 13 fokus pada pembangunan rocket stove karena alat ini dirancang untuk memaksimalkan pembakaran dengan kebutuhan bahan bakar minimal dan menghasilkan emisi yang jauh lebih sedikit dibandingkan metode pembakaran terbuka. Alat ini difungsikan khusus untuk mengolah sampah kering yang selama ini berkontribusi besar pada volume penumpukan di TPS.

Perwakilan tim KKN menjelaskan, “$Rocket$ $stove$ ini dirancang agar proses pembakaran sampah kering berlangsung lebih efisien dengan emisi yang jauh lebih minim. Kami berharap keberadaan alat ini menjadi titik awal bagi TPS untuk mengurangi volume sampah secara mandiri.”

Sebelum memulai konstruksi, mahasiswa KKN aktif menjalin komunikasi. Mereka mengadakan audiensi dengan perangkat desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat untuk mempresentasikan rancangan teknis dan manfaat jangka panjang dari rocket stove. Rancangan tersebut mendapat persetujuan penuh dan dukungan kolaboratif dari pihak desa.

Implementasi Bertahap dan Pelatihan Pengelola

Proses pembangunan dilakukan secara bertahap, mulai dari penentuan lokasi yang strategis di area TPS, penyusunan desain yang sesuai dengan kondisi lokal, hingga konstruksi fisik alat. Setelah pembangunan selesai, mahasiswa juga memberikan pelatihan intensif kepada para pengelola TPS. Pelatihan ini mencakup panduan penggunaan yang aman, serta tata cara perawatan dan pemeliharaan alat agar rocket stove dapat berfungsi optimal dan memiliki manfaat jangka panjang bagi Desa Susukan.

Program KKN Giat 13 UNNES mengusung semangat pengabdian masyarakat dengan tagline “Bersama UNNES GIAT, membangun Indonesia dari Desa.” Melalui inovasi ini, diharapkan sistem pengelolaan sampah di Desa Susukan dapat bertransformasi menjadi lebih ramah lingkungan, efektif, dan berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada proses pengangkutan luar desa, serta meningkatkan kesadaran warga dalam memilah sampah.

Kehadiran rocket stove ini menandai langkah konkret perguruan tinggi dalam membantu permasalahan riil di tingkat desa melalui implementasi teknologi tepat guna yang sederhana namun berdampak besar terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 92 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Hilirisasi Daun Iboih Ubah Wajah Ekonomi Aneuk Batee

2 Mei 2026 - 06:18 WIB

Modal Dengkul Hasil Sawah: Rahasia Sukses Kandang Komunal Kadirejo

13 April 2026 - 17:47 WIB

Sitinjau Lauik Merdeka Sinyal: Mudik 2026 Makin Aman

20 Maret 2026 - 21:32 WIB

Algoritma Baru Google: Angin Segar Buat Berita Desa

19 Maret 2026 - 11:26 WIB

Ubah Limbah Jeruk Busuk Jadi Minyak Atsiri Bernilai

16 Maret 2026 - 10:14 WIB

Bakteri Indigeneus: Kunci Cuan Akuaponik di Lahan Sempit

13 Maret 2026 - 19:03 WIB

Trending di IPTEK