Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) punya strategi “tak biasa” di balik piring Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi 11.570 siswanya. Bukan sekadar belanja bahan pangan, daerah mitra IKN ini justru fokus membenahi kualitas genetik sapi dan ayam melalui teknologi Inseminasi Buatan (IB) untuk menjamin pasokan protein hewani yang stabil dan berkualitas tinggi.
Strategi ini diambil untuk mengejar kebutuhan protein yang sangat besar. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, setiap harinya dibutuhkan pasokan sekitar 242 kilogram daging atau setara 40.333 butir telur ayam demi memenuhi standar gizi para peserta didik.

Inseminasi Buatan: Solusi “Cetak” Daging Lebih Cepat
Dinas Pertanian PPU melaporkan bahwa sapi hasil Inseminasi Buatan mampu mengalami pertambahan bobot badan harian sebesar 0,7 hingga 1,0 kg. Angka ini jauh melampaui produktivitas sapi lokal non-IB. Dengan kata lain, teknologi genetika ini mempercepat waktu panen ternak sehingga stok daging lokal selalu tersedia tanpa perlu bergantung pada pasokan luar daerah.
Di sektor unggas, efisiensi serupa diterapkan. Ayam pedaging unggul di PPU kini sanggup mencapai bobot panen hingga 2,2 kg hanya dalam waktu 35 hari. Sementara itu, ayam petelur produktif dipacu untuk menghasilkan hingga 280 butir telur per tahun.
Membangun Ekosistem dari Kandang ke Meja Makan
Langkah PPU ini tidak berhenti pada urusan teknis di kandang. Pemerintah daerah tengah membangun rantai pasok terintegrasi yang melibatkan kelompok tani, koperasi, dan pelaku usaha lokal. Tujuannya agar distribusi pangan bergizi tidak terhambat oleh masalah logistik.
Dengan populasi sapi potong mencapai 8.463 ekor dan ayam pedaging menembus angka 5,5 juta ekor pada tahun 2025, PPU optimistis program MBG akan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Inovasi genetik ini membuktikan bahwa keberhasilan program gizi nasional sangat bergantung pada kemandirian teknologi peternakan di tingkat daerah.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.