Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Mahasiswa Giat 13 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (Unnes) meluncurkan inovasi rocket stove ramah lingkungan di Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Desa Susukan. Alat pembakaran efisien ini hadir sebagai solusi konkret atas permasalahan penumpukan sampah di desa tersebut. Rocket stove ini dirancang khusus untuk menangani sampah kering yang masih tercampur dengan sampah basah, sehingga kerap menyebabkan volume sampah di TPS melebihi kapasitas dan membebani proses pengangkutan.
Inisiasi pembangunan rocket stove ini berawal dari observasi tim KKN terhadap kondisi TPS yang sering overload. Sampah kering yang seharusnya dapat diolah atau dikurangi volumenya lebih awal, belum tertangani secara terpisah, sehingga volume sampah keseluruhan terus meningkat. Mahasiswa Giat 13 kemudian mengambil langkah proaktif dengan membangun fasilitas pembakaran yang dinilai lebih efisien dan meminimalkan polusi.
Dukungan Penuh Perangkat Desa
Sebelum merealisasikan program ini, Tim KKN Unnes Giat 13 terlebih dahulu melakukan audiensi dengan perangkat Desa Susukan dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Program inovatif ini mendapat sambutan positif dan persetujuan karena dinilai mampu membantu meringankan beban pengangkutan sampah serta memperbaiki sistem pengelolaan di TPS Desa Susukan secara keseluruhan.
Perwakilan tim KKN menjelaskan, tujuan utama inovasi ini adalah efisiensi. “Rocket stove ini dirancang agar proses pembakaran sampah kering dapat berlangsung jauh lebih efisien dengan emisi yang jauh lebih minim. Kami berharap alat ini dapat menjadi titik awal bagi TPS untuk mulai mengurangi volume sampah secara mandiri dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Dengan sistem pembakaran yang lebih baik, rocket stove diharapkan dapat mengurangi volume sampah kering secara signifikan sebelum diangkut, sehingga dapat memperpanjang usia TPS dan mengurangi frekuensi pengangkutan yang biayanya cukup tinggi.
Sosialisasi Penggunaan Berkelanjutan
Selain fokus pada pembangunan fisik fasilitas tersebut, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi dan pelatihan kepada pengelola TPS dan pengurus desa mengenai cara penggunaan dan perawatan rocket stove. Pelatihan ini penting untuk memastikan alat tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan efektif dalam jangka panjang, bukan hanya sebatas proyek sementara.
Masyarakat dan pengurus desa menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi rocket stove ini. Mereka berharap penerapannya dapat menjadi langkah awal menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, mandiri, dan tentunya ramah lingkungan. Kehadiran rocket stove ini diharapkan dapat mendorong Desa Susukan bergerak maju dalam mewujudkan tata kelola persampahan yang lebih baik.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.