Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

IPTEK · 12 Nov 2025 14:36 WIB ·

Inovasi UNNES Giat 13: Kulit Jagung Jadi Cuan di Batang


					Inovasi UNNES Giat 13: Kulit Jagung Jadi Cuan di Batang Perbesar

Mahasiswa UNNES Sulap Kulit Jagung Jadi Buket, Dimsum Buka Peluang Ekonomi Lokal

Batang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNNES GIAT 13 dari Pusat Pengembangan KKN LPPM Universitas Negeri Semarang (UNNES) sukses meluncurkan program inovatif bertajuk “Pembuatan Buket Kulit Jagung dan Dimsum Jagung”. Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan di balai Desa Dlisen, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, pada Sabtu (08/11/2025).

Program ini dirancang sebagai kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) serta poin 12 (Responsible Consumption and Production). Melalui inisiatif ini, mahasiswa mendorong pengembangan industri kreatif yang berbasis pada potensi lokal, sekaligus mempromosikan pemanfaatan sumber daya desa secara optimal dan berkelanjutan.

Dalam pelatihan tersebut, masyarakat diajarkan cara mengolah kulit jagung—yang sering kali hanya menjadi limbah—menjadi buket bunga yang bernilai seni tinggi. Selain itu, jagung lokal diolah menjadi Dimsum Jagung yang inovatif. Kedua produk ini diharapkan dapat menjadi komoditas unggulan desa yang memiliki nilai ekonomi, ramah lingkungan, dan kompetitif.

Respon Positif Warga dan Peluang Usaha Baru
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh warga dan perangkat desa Dlisen. Mereka menilai program UNNES GIAT ini berhasil mengoptimalkan dan mengembangkan potensi inovatif yang ada di desa. Pelatihan ini tidak hanya menambah keterampilan baru, tetapi juga secara langsung membuka peluang ekonomi alternatif bagi masyarakat setempat.

Ketua PKK Desa Dlisen, Ibu Susanti, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, inovasi ini sangat pas untuk ibu-ibu di desa. “Kegiatan ini cocok sekali untuk kegiatan ibu-ibu yang memang suka memasak dan tentu bisa menambah ide masakan baru dari jagung yang mudah kita dapatkan dari lingkungan sekitar,” ujar Ibu Susanti.

Program ini memperkuat komitmen “Bersama UNNES GIAT, Membangun Indonesia dari Desa,” yang berfokus pada sinergi antara akademisi dan masyarakat untuk menciptakan inovasi lokal. Dengan memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai jual tinggi, UNNES GIAT 13 turut mendorong terwujudnya desa mandiri yang kreatif dan berwawasan lingkungan.

Diharapkan, produk unggulan yang berakar pada kearifan lokal ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan serta menjadikan Desa Dlisen sebagai contoh desa dengan inovasi produk kreatif. Pemanfaatan sumber daya secara optimal ini menjadi kunci untuk menciptakan produk bernilai ekonomi, sekaligus mendukung konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 67 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Modal Dengkul Hasil Sawah: Rahasia Sukses Kandang Komunal Kadirejo

13 April 2026 - 17:47 WIB

Sitinjau Lauik Merdeka Sinyal: Mudik 2026 Makin Aman

20 Maret 2026 - 21:32 WIB

Algoritma Baru Google: Angin Segar Buat Berita Desa

19 Maret 2026 - 11:26 WIB

Ubah Limbah Jeruk Busuk Jadi Minyak Atsiri Bernilai

16 Maret 2026 - 10:14 WIB

Bakteri Indigeneus: Kunci Cuan Akuaponik di Lahan Sempit

13 Maret 2026 - 19:03 WIB

Ketua DPRD Sumbar: Sawah Bisa Panen Tiga Kali dengan Ilmu

4 Maret 2026 - 10:28 WIB

Trending di IPTEK