Mahasiswa UNNES Sulap Kulit Jagung Jadi Buket, Dimsum Buka Peluang Ekonomi Lokal
Batang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNNES GIAT 13 dari Pusat Pengembangan KKN LPPM Universitas Negeri Semarang (UNNES) sukses meluncurkan program inovatif bertajuk “Pembuatan Buket Kulit Jagung dan Dimsum Jagung”. Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan di balai Desa Dlisen, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, pada Sabtu (08/11/2025).
Program ini dirancang sebagai kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) serta poin 12 (Responsible Consumption and Production). Melalui inisiatif ini, mahasiswa mendorong pengembangan industri kreatif yang berbasis pada potensi lokal, sekaligus mempromosikan pemanfaatan sumber daya desa secara optimal dan berkelanjutan.
Dalam pelatihan tersebut, masyarakat diajarkan cara mengolah kulit jagung—yang sering kali hanya menjadi limbah—menjadi buket bunga yang bernilai seni tinggi. Selain itu, jagung lokal diolah menjadi Dimsum Jagung yang inovatif. Kedua produk ini diharapkan dapat menjadi komoditas unggulan desa yang memiliki nilai ekonomi, ramah lingkungan, dan kompetitif.

Respon Positif Warga dan Peluang Usaha Baru
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh warga dan perangkat desa Dlisen. Mereka menilai program UNNES GIAT ini berhasil mengoptimalkan dan mengembangkan potensi inovatif yang ada di desa. Pelatihan ini tidak hanya menambah keterampilan baru, tetapi juga secara langsung membuka peluang ekonomi alternatif bagi masyarakat setempat.
Ketua PKK Desa Dlisen, Ibu Susanti, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, inovasi ini sangat pas untuk ibu-ibu di desa. “Kegiatan ini cocok sekali untuk kegiatan ibu-ibu yang memang suka memasak dan tentu bisa menambah ide masakan baru dari jagung yang mudah kita dapatkan dari lingkungan sekitar,” ujar Ibu Susanti.
Program ini memperkuat komitmen “Bersama UNNES GIAT, Membangun Indonesia dari Desa,” yang berfokus pada sinergi antara akademisi dan masyarakat untuk menciptakan inovasi lokal. Dengan memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai jual tinggi, UNNES GIAT 13 turut mendorong terwujudnya desa mandiri yang kreatif dan berwawasan lingkungan.
Diharapkan, produk unggulan yang berakar pada kearifan lokal ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan serta menjadikan Desa Dlisen sebagai contoh desa dengan inovasi produk kreatif. Pemanfaatan sumber daya secara optimal ini menjadi kunci untuk menciptakan produk bernilai ekonomi, sekaligus mendukung konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.