Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

LINGKUNGAN · 12 Mar 2025 13:40 WIB ·

Tumpukan Sampah Ganggu Pengguna Jalan Jalur Dua So’E, Warga Keluhkan Bau Menyengat


					Tumpukan Sampah Ganggu Pengguna Jalan Jalur Dua So’E, Warga Keluhkan Bau Menyengat Perbesar

So’E [DESA MERDEKA] – Tumpukan sampah yang menggunung di jalur dua Kota So’E, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), menimbulkan keresahan warga. Sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan di lokasi tersebut mengeluarkan bau tak sedap, mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Pantauan pada 12 Maret 2025, terlihat berbagai jenis sampah seperti plastik, kaleng, sisa makanan, popok, dan kertas menumpuk di lokasi tersebut. Tumpukan sampah ini diperkirakan telah terjadi selama sebulan terakhir dan belum ada tindakan pengangkutan dari pihak terkait. Selain bau busuk yang menyengat, tumpukan sampah setinggi 30-50 sentimeter di area seluas 20 meter persegi ini juga merusak pemandangan.

Risto Nenoliu, salah satu pengguna jalan, mengeluhkan kondisi ini. “Sampah sangat bau dan menjijikkan, terutama saat musim hujan. Lokasi jalur dua ini sering digunakan masyarakat untuk berolahraga sore,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan serius untuk mengatasi masalah sampah di Kota So’E. Risto juga meminta agar pemerintah memberlakukan sanksi tegas bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan. “Saya berharap pemerintah membuat aturan agar pelaku pembuangan sampah di sini didenda atau diberi sanksi,” tegasnya.

Kondisi ini mendapat kritik dari Ketua Caretaker Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) TTS, Bene Asbanu. Bene menilai, pembuangan dan penumpukan sampah liar terjadi karena tidak adanya tata kelola sampah yang baik dan rendahnya kesadaran masyarakat. “Kurangnya fasilitas pembuangan dan pengelolaan sampah oleh pemerintah daerah menyebabkan beberapa titik di Kota So’E menjadi kumuh, berbau, dan sarang penyakit,” kritiknya.

Bene mendesak Bupati dan Wakil Bupati TTS agar dalam 100 hari kerja mengambil langkah konkret dan menjadikan masalah sampah sebagai prioritas.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 220 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Cara Warga Jombatan Berdayakan UMKM Lewat Berbagi Takjil

9 Maret 2026 - 19:26 WIB

BPBD Jombang Tangani Pohon Tumbang

5 Maret 2026 - 17:29 WIB

Lumpur Benenai Terjang Lamudur: Warga Malaka Butuh Tanggul Darurat

23 Februari 2026 - 18:17 WIB

Pelepah Pisang Ubah Limbah Menjadi Rupiah di Kebumen

21 Februari 2026 - 03:40 WIB

PABC Padang Pariaman: Transformasi Alumni Bencana Menjadi Penggerak Kemanusiaan

18 Februari 2026 - 08:59 WIB

Aksi PPDI Tulungagung: Wariskan Mata Air Bagi Anak Cucu

15 Februari 2026 - 19:33 WIB

Trending di LINGKUNGAN