Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 28 Jan 2026 14:22 WIB ·

Transparansi Dana Desa Ketandan Berujung Insiden Pemukulan Warga


					Transparansi Dana Desa Ketandan Berujung Insiden Pemukulan Warga Perbesar

Madiun, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Niat warga Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun untuk menuntut keterbukaan informasi publik justru berbuah intimidasi fisik. Agenda klarifikasi antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan warga terkait dugaan anggaran fiktif tahun 2025 diwarnai aksi pemukulan yang diduga dilakukan oleh suami Kepala Desa setempat, Senin malam (26/1/2026).

Insiden tersebut terjadi saat warga tengah membahas rencana klarifikasi resmi yang dijadwalkan berlangsung di Balai Desa pada Selasa siang (27/1/2026). Meski sempat memanas akibat aksi arogansi oknum tersebut, proses klarifikasi pada hari H akhirnya tetap berjalan lancar dengan pengamanan ketat dari Polres Madiun dan Muspika Dagangan.

Dugaan Proyek Fiktif Ratusan Juta Rupiah
Warga Desa Ketandan menengarai adanya penyimpangan dana desa tahun anggaran 2025 yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Beberapa poin krusial yang dipertanyakan warga meliputi:

  • Anggaran pembangunan jalan desa yang belum terealisasi.
  • Dana pemeliharaan dan pengelolaan lapangan desa.
  • Berbagai dana kegiatan lainnya yang hingga kini wujudnya masih misterius.

Irsyad, salah satu tokoh masyarakat Desa Ketandan, mengungkapkan kekecewaannya atas sikap represif pihak keluarga Kades. “Tuntutan warga sebenarnya sederhana, kami hanya butuh jawaban positif dan bukti dari BPD terkait realisasi anggaran 2025. Sangat disayangkan sikap suami kades yang arogan hingga terjadi pemukulan,” tegasnya di Balai Desa.

Warga Menunggu Janji Pembuktian
Pasca-pertemuan yang berlangsung kondusif, warga kini memilih untuk memantau janji BPD dan Pemerintah Desa. Meski kasus pemukulan telah mencoreng proses demokrasi desa, warga tetap fokus pada misi utama, yakni perubahan Desa Ketandan menuju tata kelola yang lebih maju dan transparan.

Terkait langkah hukum atas insiden pemukulan serta pengusutan dugaan korupsi anggaran fiktif tersebut, Irsyad menyatakan pihaknya masih akan melakukan musyawarah internal. Warga memberikan kesempatan bagi pihak desa untuk membuktikan realisasi anggaran yang selama ini dipertanyakan. Jika janji tersebut tidak terpenuhi, warga mengisyaratkan akan membawa temuan ini ke ranah hukum yang lebih serius.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 161 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Optimalkan Aset Wakaf, Desa Gajah Gelar Musyawarah Pemanfaatan Tanah Wakaf Produktif

16 September 2026 - 15:54 WIB

Bantaran Citarum Memanas: Sengkarut Rivalitas 4 Calon Pemimpin Bantarjaya

10 September 2026 - 16:25 WIB

Pilkades Sumber Urip: Petahana Jajang Sujai Amankan Nomor 1

9 September 2026 - 14:45 WIB

Sumpah Setia dan Bayang-Bayang Konflik di Balik Sterilisasi Pilkades Pebayuran

9 September 2026 - 14:23 WIB

Petahana Juhendi Sulaeman Raih Nomor Urut 3 Pilkades Karanghaur

9 September 2026 - 13:29 WIB

Merti Dusun Kranggan 1 Jadi Ruang Warga Lestarikan Budaya Jawa

6 September 2026 - 23:13 WIB

Trending di KABAR DESA