Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

SOSBUD · 5 Feb 2026 13:36 WIB ·

Transformasi Identitas Padang: Pesantren Ramadhan Jadi Penjaga Karakter Kota


					Transformasi Identitas Padang: Pesantren Ramadhan Jadi Penjaga Karakter Kota Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Kota Padang tengah bersiap menyongsong agenda tahunan ikoniknya, Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah (2026 Masehi). Namun, program ini bukan sekadar rutinitas pengalihan belajar dari kelas ke masjid; ia adalah fondasi “Kota Pintar” dan “Kota Sehat” yang berbasis pada nilai spiritualitas dan kebudayaan Minangkabau.

Penegasan tersebut disampaikan Pj. Sekda Kota Padang, Raju Minropa, saat membuka acara Master of Trainer Pesantren Ramadhan di Hotel Rangkayo Basa, Selasa (3/2/2026). Mewakili Wali Kota, Raju menyoroti bagaimana program ini telah mengubah wajah sosial pelajar di Kota Padang secara fundamental sejak dua dekade silam.

Evolusi Pendidikan: Dari Libur ke Masjid
Perjalanan Pesantren Ramadhan di Padang memiliki sejarah panjang. Dahulu, siswa diliburkan total selama bulan puasa. Perubahan besar terjadi pada periode 2003–2014, di mana kurikulum formal dialihkan ke masjid-masjid.

Raju mengenang masa-masa awal transisi tersebut, termasuk tantangan saat mewajibkan seragam sekolah lengan panjang dan hijab bagi siswi. “Dulu anak sekolah banyak yang tidak berhijab, tapi sekarang kita hampir tidak menemukan pelajar perempuan di Padang yang tidak berhijab,” tuturnya. Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa Pesantren Ramadhan sukses menjadi instrumen perubahan perilaku yang masif dan berkelanjutan.

Landasan SDM Juara
Dalam pandangan Pemerintah Kota Padang, mencetak sumber daya manusia (SDM) yang pintar dan sehat tidak cukup hanya dengan mengandalkan sains dan teknologi. Agama dan budaya diletakkan sebagai landasan utama.

  • Kota Pintar: Menggunakan nilai agama sebagai kontrol moral dalam intelektualitas.
  • Kota Sehat: Membangun mental dan spiritual yang tangguh di lingkungan masyarakat (masjid).

Pengawasan Ketat: Guru Sebagai Garda Depan
Agar kualitas program tahun 2026 ini tetap terjaga, Pemkot Padang memberikan instruksi khusus kepada para tenaga pendidik. Setiap guru dan kepala sekolah diwajibkan terlibat aktif sebagai pengawas langsung di masjid-masjid.

“Pastikan guru selalu mengawasi jalannya pesantren. Satu guru akan mengawasi selama satu hari untuk setiap kegiatan,” tegas Raju. Langkah ini diambil untuk menjamin kedisiplinan siswa sekaligus memastikan materi yang disampaikan selaras dengan visi misi kota.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh Bagian Kesra, Departemen Agama, serta pengelola masjid se-Kota Padang. Pelatihan bagi para pelatih (Master of Trainer) ini dibagi dalam dua gelombang pada 3 dan 4 Februari untuk memastikan seluruh pengelola siap menyukseskan pesantren Ramadhan mendatang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jihad Data Kemiskinan: Akhiri Bansos Salah Sasaran di Bekasi

5 Maret 2026 - 08:38 WIB

Pantun Jenaka GOW Pangkalpinang Warnai Bakti Sosial Ramadan

4 Maret 2026 - 14:42 WIB

Evi Yandri: Jangan Biarkan Masjid Megah Tapi Sepi Jemaah

4 Maret 2026 - 10:13 WIB

Zakat Produktif Pangkalpinang: Ubah Mustahik Jadi Muzaki Mandiri

4 Maret 2026 - 04:49 WIB

Sisi Humanis Wagub Vasko: Bantuan Tak Ganti Rasa Kehilangan

3 Maret 2026 - 23:57 WIB

Strategi Baznas Bantaeng Ubah Zakat Jadi Mesin Kesejahteraan

19 Februari 2026 - 09:09 WIB

Trending di SOSBUD