Sukoharjo, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Desa Kertonatan di Kecamatan Kartasura kini menjadi titik sentral kolaborasi lintas wilayah. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2025, jalan penghubung strategis antara Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Boyolali resmi mulai dibangun pada Rabu (19/2/2025).
Proyek ini tidak hanya sekadar soal semen dan beton, melainkan upaya mematikan hambatan logistik bagi para petani di perbatasan. Dandim 0726/Sukoharjo, Letkol Inf Supri Siswanto, menegaskan bahwa pemilihan lokasi di Desa Kertonatan didasari oleh fungsinya sebagai akses vital yang menyatukan arus ekonomi dua kabupaten tetangga.
Infrastruktur Dasar: Empat Sasaran Utama
Fokus utama pembangunan fisik kali ini diarahkan pada penguatan mobilitas masyarakat di Dukuh Patahan. Empat target pembangunan yang dikerjakan secara gotong royong meliputi:
- Betonisasi Jalan: Sepanjang 300 meter dengan lebar 3 meter sebagai jalur utama.
- Pembuatan Talud: Konstruksi penahan jalan sepanjang 362 meter untuk menjamin keamanan struktur.
- Drainase: Pembangunan gorong-gorong plat (13,6 x 1,2 meter) guna mencegah genangan air saat musim hujan.
- Akses Pendukung: Pengurugan tanah padas seluas 400 x 5 meter.
Lebih dari Sekadar Fisik: Membangun Karakter Warga
Sisi lain yang menarik dari TMMD 2025 ini adalah pendekatannya yang holistik. Sembari alat berat bekerja di lapangan, sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah juga menyasar pembangunan manusia. Berbagai penyuluhan disiapkan untuk membekali warga, mulai dari bela negara, kesehatan, hingga pencegahan narkoba yang dipandu langsung oleh jajaran Polres Sukoharjo.
Asisten II Kabupaten Sukoharjo, RM Suseno Wijayanto, yang mewakili Bupati Sukoharjo, menyatakan bahwa program ini adalah instrumen percepatan untuk menaikkan derajat kesehatan dan taraf ekonomi masyarakat desa secara serentak.
Simbol Sinergitas Forkopimda
Dimulainya rangkaian pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh jajaran Forkopimda Sukoharjo. Kehadiran Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, menegaskan bahwa aspek keamanan dan hukum juga menjadi pondasi penting dalam pembangunan daerah.
Dengan berakhirnya program ini nanti, Desa Kertonatan diharapkan tidak lagi hanya menjadi desa perbatasan yang sepi, melainkan menjadi koridor ekonomi yang dinamis dan sehat bagi seluruh warga di sekitarnya.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.