Telkomsat dan Pemda Pacu Internet Desa, Realisasi di Kaltim Capai 80%
Jakarta-Samarinda [DESA MERDEKA] – Upaya mewujudkan keadilan akses informasi di seluruh pelosok Indonesia terus diakselerasi, dengan PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) mengambil peran sentral. Melalui kolaborasi kuat dengan Pemerintah Pusat dan Daerah, Telkomsat fokus memperluas konektivitas internet di desa-desa terpencil yang belum terjangkau jaringan kabel maupun seluler, atau dikenal sebagai area blank spot.
Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd Rauf, menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah dalam transformasi digital ini. Ia menegaskan bahwa teknologi satelit yang dimiliki Telkomsat merupakan kunci utama dalam menjangkau seluruh penjuru daratan dan perairan Nusantara.
“Kami di Telkomsat akan terus mendukung transformasi digital dengan teknologi satelit yang mampu menjangkau seluruh penjuru daratan dan perairan Indonesia yang belum atau tidak terjangkau oleh jaringan kabel dan seluler,” ungkap Lukman. Ia menambahkan, peran satelit sangat penting dalam mewujudkan pemerataan akses informasi, terutama di wilayah minim sinyal berdasarkan riset nasional.
Sinergi Satelit di Kalimantan Timur
Komitmen ini sejalan dengan langkah nyata yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Hingga November 2025, realisasi program pemasangan internet desa di Kaltim telah mencapai 80%, mencakup 672 desa dari total target tahun ini.
Telkomsat menjadi salah satu mitra strategis yang telah menjangkau 78 desa di Kaltim dengan layanan satelit. Layanan ini krusial untuk memperluas jangkauan internet hingga ke pelosok desa di berbagai kabupaten yang sulit diakses infrastruktur kabel Fiber Optik (FO) dan seluler. Kabupaten yang menjadi fokus antara lain Berau, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Mahakam Ulu, Paser, dan Penajam Paser Utara.
Meskipun capaian total sudah tinggi, 20% desa yang tersisa merupakan wilayah tersulit yang benar-benar tidak terjangkau jaringan konvensional. Kondisi geografis ini menuntut penggunaan teknologi alternatif seperti satelit untuk memastikan pemerataan konektivitas internet dapat terwujud. Program percepatan penuntasan titik blank spot dan peningkatan kualitas akses internet ini dipastikan akan terus berlanjut hingga tahun 2026.
Manfaat Konektivitas Satelit untuk Pembangunan Desa
Tersedianya akses internet di desa-desa terpencil ini membawa dampak positif yang besar. Internet dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperluas akses ke layanan pendidikan dan kesehatan berbasis digital, dan secara signifikan membuka peluang ekonomi baru melalui perdagangan online atau peningkatan produktivitas berbasis teknologi.
Lukman Hakim Abd Rauf juga menekankan bahwa fokus Telkomsat tidak hanya pada sektor industri, tetapi juga aktif membantu pemerintah provinsi dalam mewujudkan konektivitas bagi masyarakat umum. Sinergi ini tidak hanya memperluas jangkauan internet, tetapi juga memperkuat layanan publik berbasis teknologi dan mendorong terciptanya inklusi digital yang berkelanjutan di seluruh pelosok negeri. Program ini menjadi bukti nyata komitmen bersama antara BUMN dan pemerintah daerah dalam menghilangkan ketimpangan digital.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.