Larantuka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Sektor pertanian di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini dalam status siaga satu. Penyakit darah pisang— (Blood Disease Bacterium/BDB) infeksi bakteri yang mematikan—dilaporkan telah melumpuhkan ribuan batang pisang milik warga di Kecamatan Wulanggitang. Hingga awal Februari 2026, sedikitnya tiga desa, yakni Desa Nawakote, Boru, dan Boru Kedang, dikonfirmasi mengalami gagal panen akibat wabah ini.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Flores Timur, Joseph Thei, menyebutkan bahwa serangan bakteri ini bukan sekadar masalah hama, melainkan ancaman serius bagi ketahanan ekonomi keluarga petani. Gejala layu bakteri yang mendadak membuat pohon pisang mati sebelum sempat menghasilkan buah yang layak jual.
“Kami sudah mengeluarkan instruksi resmi kepada para petani dan kelompok tani melalui BPP dan pihak kecamatan untuk melakukan pengamatan rutin,” ujar Joseph saat dikonfirmasi, Sabtu (7/2/2026).
Kenali Gejala dan Putus Rantai Penularan
Penyakit darah pisang bekerja sangat cepat. Para petani diimbau untuk waspada jika menemukan tanda-tanda berikut pada tanaman mereka:
- Daun menguning dan layu secara mendadak.
- Buah pisang membusuk dengan cairan berwarna cokelat kemerahan menyerupai darah saat dipotong.
- Batang bagian dalam mengalami perubahan warna menjadi gelap.
Joseph menekankan bahwa satu-satunya cara menghentikan wabah ini adalah dengan tindakan eradikasi total. Tanaman yang sudah terinfeksi harus dibongkar hingga ke akarnya (bonggol), lalu dimusnahkan dengan cara dibakar di tempat.
Protokol Ketat bagi Petani
Karena bakteri ini mudah berpindah melalui media tanah dan alat pertanian, Dinas Pertanian menetapkan tiga protokol wajib:
- Sanitasi Alat: Parang atau cangkul yang digunakan di lahan terinfeksi wajib dibersihkan dengan disinfektan sebelum digunakan di lahan lain.
- Karantina Anakan: Dilarang keras memindahkan atau memperjualbelikan anakan pisang dari zona merah (wilayah terdampak).
- Lapor Mandiri: Segera laporkan jika terdapat indikasi penyebaran di desa-desa baru sekitar Wulanggitang untuk mencegah penularan masif ke kecamatan lain.
Langkah tegas ini diharapkan mampu menyelamatkan komoditas pisang yang menjadi salah satu tumpuan hidup masyarakat di Bumi Lamaholot tersebut.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.