Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

SOSBUD · 9 Apr 2025 10:27 WIB ·

Syawalan Pesisir Bonang: Tradisi Syukur Tiga Desa


					<em>Kapal-kapal nelayan berhias meramaikan kawasan TPI Morodemak saat pelaksanaan tradisi Syawalan yang melibatkan tiga desa pesisir Kecamatan Bonang, Demak, Senin (7/4/2025). Tradisi larung kepala kerbau menjadi puncak acara sebagai simbol syukur atas hasil laut dan harapan keselamatan bagi nelayan.</em> Perbesar

Kapal-kapal nelayan berhias meramaikan kawasan TPI Morodemak saat pelaksanaan tradisi Syawalan yang melibatkan tiga desa pesisir Kecamatan Bonang, Demak, Senin (7/4/2025). Tradisi larung kepala kerbau menjadi puncak acara sebagai simbol syukur atas hasil laut dan harapan keselamatan bagi nelayan.

Bonang, Demak [DESA MERDEKA] – Suasana sakral dan penuh kegembiraan menyelimuti wilayah pesisir Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, saat tradisi Syawalan digelar secara kolaboratif oleh tiga desa: Morodemak, Margolinduk, dan Purworejo, pada Senin (7/4/2025). Tradisi tahunan ini menjadi ungkapan rasa syukur mendalam para nelayan atas limpahan rezeki dari laut sekaligus harapan akan keselamatan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Pusat kegiatan dipadati warga di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Morodemak, di mana puluhan kapal nelayan dihias dengan ornamen-ornamen khas bahari. Puncak dari tradisi ini adalah prosesi larung kepala kerbau ke laut lepas. Ritual ini menjadi simbol utama sedekah laut, diiringi dengan khidmatnya doa bersama dan istighotsah. Kemeriahan dilanjutkan pada malam harinya dengan pagelaran wayang kulit yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi ini.

Kepala Desa Purworejo, Rifki Salafudin, menjelaskan bahwa tradisi larungan ini telah diwariskan secara turun-temurun dan memiliki peran penting dalam mempererat tali persaudaraan antar warga ketiga desa pesisir ini. “Selama setahun terakhir, hasil tangkapan nelayan di desa kami dan desa tetangga cukup baik. Melalui sedekah laut ini, kami menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus memohon perlindungan agar para nelayan selalu diberikan keselamatan saat mencari nafkah di laut,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rifki Salafudin menekankan bahwa sedekah laut bukan hanya sekadar wujud rasa syukur manusia, tetapi juga merupakan bagian dari kesadaran kolektif untuk menjaga harmoni dan keseimbangan dengan alam serta seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Tradisi ini diinisiasi oleh Paguyuban Nelayan dari ketiga desa, dengan dukungan penuh dari pemerintah desa, karang taruna, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Kehadiran para pejabat setempat, unsur Forkompincam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan), hingga tokoh agama dari ketiga desa, semakin menambah kekhidmatan jalannya acara.

Lebih dari sekadar ritual tahunan, perayaan Syawalan tiga desa ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan, menumbuhkan semangat gotong royong, dan melestarikan identitas kultural masyarakat pesisir Demak. “Tradisi ini mengajarkan kita bahwa kebersamaan adalah kekuatan yang utama. Jika masyarakat di desa kompak dan saling mendukung, InsyaAllah segala tantangan yang dihadapi dapat diatasi bersama,” pungkas Rifki, mengakhiri keterangannya tentang tradisi yang menjadi kebanggaan warga desa tersebut.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalan Pintas Talenta Desa Bekasi Menuju Piala Presiden

2 Mei 2026 - 11:44 WIB

Jurus Pebayuran Melawan Modernisasi: Pencak Silat Jadi Benteng Pemuda

2 Mei 2026 - 10:33 WIB

Narkoba dan Stunting di Sumbar Mengkhawatirkan, Isu LGBT Masih Jadi Perdebatan

30 April 2026 - 22:51 WIB

Modal Sosial Menguat dalam Tradisi Pelepasan Haji Pangkalpinang

30 April 2026 - 19:38 WIB

Ritual Longkangan Senepo Jaga Nyawa Sumber Air Pegunungan

30 April 2026 - 12:35 WIB

Ekonomi Kreatif: Pemuda Desa Sumbar Jadi Produser Digital

29 April 2026 - 21:27 WIB

Trending di SOSBUD