Pandeglang, Banten [DESA MERDEKA] – Mengawali tahun 2026, cuaca ekstrem kembali memicu bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Pandeglang. Desa Idaman, Kecamatan Patia, menjadi salah satu wilayah terdampak akibat meluapnya Sungai Cilemer pada Sabtu pagi, 3 Januari 2026.
Intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu sungai sejak malam pergantian tahun menjadi penyebab utama debit air sungai melampaui kapasitas. Perangkat Desa Idaman, Endang Suhendar, melaporkan bahwa air mulai masuk dan menggenangi jalan-jalan lingkungan desa sejak pukul 06.06 WIB.
“Ketinggian air saat ini terpantau berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter. Meski jalan lingkungan sudah terendam, untuk sementara kondisi pemukiman masih relatif aman dari genangan yang masuk ke dalam rumah,” jelas Endang melalui sambungan telepon.
Banjir Pertama di Tahun 2026
Peristiwa ini tercatat sebagai banjir perdana yang melanda Desa Idaman di tahun 2026. Masyarakat setempat mengaku waswas mengingat pola cuaca di awal tahun yang cenderung ekstrem. Endang menyebutkan, curah hujan yang tidak merata namun sangat deras di area hulu membuat Sungai Cilemer sangat cepat meluap dan mengirimkan air kiriman ke wilayah hilir seperti Kecamatan Patia.
Pemerintah desa dan warga berharap air segera surut agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tidak lumpuh total. Saat ini, warga diimbau untuk tetap waspada jika terjadi hujan susulan yang berpotensi meningkatkan ketinggian muka air secara mendadak.
Desakan Penanganan Permanen
Kondisi banjir di Desa Idaman bukanlah hal baru. Sepanjang tahun 2025, desa ini tercatat telah mengalami banjir sebanyak enam kali. Perulangan bencana yang intens ini memicu desakan dari pemerintah desa agar pemerintah daerah maupun pusat segera melakukan langkah nyata dan komprehensif.
Endang menekankan bahwa normalisasi sungai menjadi solusi yang mendesak. Pengerukan sedimen lumpur yang sudah sangat tebal di dasar Sungai Cilemer serta pembangunan tanggul pelindung di titik-titik rawan sangat dibutuhkan warga.
“Banjir ini terus berulang setiap tahun. Kami sangat berharap di tahun 2026 ini ada upaya konkret dari pihak terkait, seperti pengerukan sungai atau penguatan tanggul, agar risiko banjir bisa diminimalisir secara permanen,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim penanggulangan bencana setempat terus melakukan pemantauan di lokasi guna memastikan keselamatan warga dan mengantisipasi evakuasi jika ketinggian air terus merangkak naik.
Redaksi Desa Merdeka
















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.