Malang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Desa Sitiarjo di Kabupaten Malang kini punya amunisi baru untuk melawan ancaman tahunan: banjir. Melalui pengajuan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mandiri, desa ini menerima bantuan 100 tempat sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang. Langkah ini bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan strategi krusial untuk mencegah pendangkalan saluran air yang sering memicu luapan banjir di wilayah tersebut.
Bantuan yang diserahkan secara bertahap sejak awal tahun ini diterima langsung oleh Kepala Desa Sitiarjo, Mamiek Misnianti. Menurutnya, keberadaan fasilitas sampah yang memadai adalah kunci untuk mengubah kebiasaan warga agar tidak lagi membuang sampah ke aliran sungai atau selokan.
Mitigasi Bencana Berawal dari Tong Sampah
Sitiarjo dikenal sebagai daerah rawan banjir di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Oleh karena itu, hadirnya 100 tempat sampah ini diharapkan mampu mengurangi penyumbatan saluran air secara signifikan. Kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya menjadi fondasi utama dalam meminimalisir dampak bencana lingkungan yang lebih besar.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Kami berharap kesadaran masyarakat Sitiarjo akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat,” ujar Mamiek. Pengelolaan sampah yang baik di tingkat desa adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, asri, dan aman dari ancaman air bah.
Gotong Royong Menjaga Asri Desa
KSM Mandiri Desa Sitiarjo menjadi motor penggerak dalam program ini. Inisiatif desa dalam menjemput bola ke pemerintah kabupaten membuktikan bahwa sinergi antara warga dan instansi terkait sangat efektif dalam menyelesaikan masalah lokal.
Mamiek mengajak seluruh warganya untuk proaktif dan tidak membiarkan tempat sampah tersebut hanya menjadi pajangan. Dengan gerakan bersama membuang sampah pada tempatnya, Sitiarjo berupaya membuktikan bahwa kemandirian desa dalam menjaga lingkungan adalah benteng terkuat melawan bencana.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.