Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 17 Jan 2026 17:03 WIB ·

Sinergi Rp2 Miliar dan Goro Masyarakat Pulihkan Irigasi Solok


					Sinergi Rp2 Miliar dan Goro Masyarakat Pulihkan Irigasi Solok Perbesar

Solok, Sumatera Barat[DESA MERDEKA] Di tengah ancaman krisis pangan akibat gangguan infrastruktur, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menunjukkan bahwa solusi tercepat bencana bukan sekadar anggaran, melainkan semangat gotong royong. Pada Sabtu (17/1/2026), Gubernur Mahyeldi memimpin langsung pembersihan sedimen lumpur di saluran irigasi Banda Gadang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pascabencana banjir dan longsor akhir tahun lalu.

Pembersihan ini menjadi sangat krusial karena menyangkut nasib 5.500 hektare sawah yang tersebar di lima nagari, yaitu Nagari Kotogaek Guguak, Kotogadang Guguak, Jawi-Jawi Guguak, Talang, dan Cupak. Pasokan air yang terhenti sejak November 2025 sempat melumpuhkan aktivitas pertanian yang merupakan urat nadi ekonomi masyarakat setempat.

Strategi Penanganan: Dari Goro hingga Anggaran Permanen
Mahyeldi menekankan bahwa aksi turun ke lapangan ini adalah langkah darurat agar air bisa segera mengalir. Namun, untuk solusi jangka panjang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah mengambil langkah konkret dengan mengalokasikan dana sebesar Rp2 miliar melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA).

“Tahun ini kita pastikan penanganan permanen dengan anggaran 2 miliar rupiah. Selain itu, untuk perbaikan hulu irigasi atau ‘Kapalo Banda’, kami sudah berkoordinasi dengan Bank Nagari melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR),” ujar Mahyeldi di sela-sela kegiatannya bersama Bupati dan masyarakat.

Efek Domino bagi Ekonomi Petani
Wakil Bupati Solok, H. Candra, memberikan apresiasi atas gerak cepat Pemprov Sumbar. Menurutnya, pemulihan irigasi Banda Gadang bukan hanya soal teknis pengairan, melainkan menjaga stabilitas ekonomi ribuan keluarga petani di Kabupaten Solok.

Senada dengan hal tersebut, warga setempat merasa tenang dengan kehadiran langsung pucuk pimpinan daerah. “Kami tenang karena ada kejelasan. Meskipun perbaikan permanen butuh waktu, aksi gotong royong hari ini membuktikan pemerintah hadir di tengah kami,” ungkap Didi (43), salah satu petani terdampak.

Kerusakan irigasi ini sebelumnya disebabkan oleh longsoran tanah dan pohon tumbang yang menyumbat aliran utama. Dengan kolaborasi antara dinas terkait seperti BMCKTR, PSDA, hingga pihak perbankan, normalisasi irigasi ini diharapkan selesai dalam waktu dekat guna menjamin kedaulatan pangan di wilayah Sumatera Barat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siaga Karhutla Sumatera Barat: Pasia Laweh Jadi Benteng Pencegahan

22 Mei 2026 - 08:03 WIB

Menghidupkan Sawah dan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam

21 Mei 2026 - 21:11 WIB

Nagari Creative Hub Sumbar Jadi Motor Baru Ekonomi Desa

21 Mei 2026 - 06:00 WIB

Harkitnas 2026: Koperasi Desa Merah Putih Sumatera Barat Melek Digital

20 Mei 2026 - 16:03 WIB

Strategi PPPK Pertanian Desa Kuansing Atasi Kelangkaan Penyuluh

20 Mei 2026 - 15:33 WIB

Menginjak Usia 57, Pembangunan Desa A Yani Pura Ditantang Mandiri

20 Mei 2026 - 14:37 WIB

Trending di PEMDA