Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Ambisi Pemerintah Kabupaten Sijunjung membawa Geopark Silokek ke panggung dunia bukan sekadar pamer keindahan alam. Ini adalah pertaruhan harga diri bangsa. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa dukungan penuh infrastruktur dan tata kelola akan dikerahkan demi meraih status UNESCO Global Geopark (UGGp). Bagi Mahyeldi, keberhasilan Silokek adalah harga diri Indonesia di mata internasional.
Langkah ini menjadi sinyal keras bahwa desa-desa di Sijunjung harus siap bertransformasi. Jika pengakuan internasional ini diraih, Nagari-Nagari Adat di sekitar Silokek akan menjadi magnet wisatawan mancanegara, sekaligus menjadi laboratorium alam purba berusia 350 juta tahun yang diakui dunia.
Desa Bukan Lagi Penonton pariwisata
Gubernur Mahyeldi menekankan bahwa manfaat utama dari status global ini adalah ekonomi berkelanjutan. Selama ini, banyak potensi desa hanya menjadi catatan di atas kertas. Melalui Geopark Silokek, geowisata akan menjadi penggerak ekonomi yang menyentuh langsung masyarakat bawah. Nagari Adat bukan lagi sekadar nama, melainkan identitas yang menyatu dengan lanskap geologi dunia.
“Seluruh kekuatan harus kita fokuskan ke sini. Ini tidak hanya tentang Sijunjung dan Sumatera Barat, tapi Indonesia,” tegas Mahyeldi usai menerima Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, Jumat (24/4/2026). Sinergi lintas OPD di lingkup Pemprov Sumbar diwajibkan untuk mengintervensi program yang mendukung kesiapan penilaian UNESCO tersebut.
Bentang Alam Purba sebagai Modal Masa Depan
Kawasan Silokek menyimpan 25 situs geodiversity bernilai ilmiah tinggi. Sejak ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada 2018, kawasan ini telah diproyeksikan sebagai pusat edukasi dan konservasi. Dengan batasan karst kuno, desa-desa di Sijunjung sebenarnya sedang duduk di atas “harta karun” yang berusia lebih dari 350 juta tahun.
Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, mengakui bahwa dukungan Pemprov adalah kunci. Penilaian UNESCO menuntut kesiapan menyeluruh, mulai dari akses jalan hingga kesiapan masyarakat lokal. Status global ini diharapkan menjadi mesin penghancur isolasi wilayah dan kemiskinan di perdesaan Sijunjung melalui pariwisata yang tidak merusak lingkungan.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.