Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 24 Apr 2026 19:16 WIB ·

Silokek Menuju UNESCO: Harga Diri Indonesia Ada di Desa


					Silokek Menuju UNESCO: Harga Diri Indonesia Ada di Desa Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Ambisi Pemerintah Kabupaten Sijunjung membawa Geopark Silokek ke panggung dunia bukan sekadar pamer keindahan alam. Ini adalah pertaruhan harga diri bangsa. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa dukungan penuh infrastruktur dan tata kelola akan dikerahkan demi meraih status UNESCO Global Geopark (UGGp). Bagi Mahyeldi, keberhasilan Silokek adalah harga diri Indonesia di mata internasional.

Langkah ini menjadi sinyal keras bahwa desa-desa di Sijunjung harus siap bertransformasi. Jika pengakuan internasional ini diraih, Nagari-Nagari Adat di sekitar Silokek akan menjadi magnet wisatawan mancanegara, sekaligus menjadi laboratorium alam purba berusia 350 juta tahun yang diakui dunia.

Desa Bukan Lagi Penonton pariwisata
Gubernur Mahyeldi menekankan bahwa manfaat utama dari status global ini adalah ekonomi berkelanjutan. Selama ini, banyak potensi desa hanya menjadi catatan di atas kertas. Melalui Geopark Silokek, geowisata akan menjadi penggerak ekonomi yang menyentuh langsung masyarakat bawah. Nagari Adat bukan lagi sekadar nama, melainkan identitas yang menyatu dengan lanskap geologi dunia.

“Seluruh kekuatan harus kita fokuskan ke sini. Ini tidak hanya tentang Sijunjung dan Sumatera Barat, tapi Indonesia,” tegas Mahyeldi usai menerima Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, Jumat (24/4/2026). Sinergi lintas OPD di lingkup Pemprov Sumbar diwajibkan untuk mengintervensi program yang mendukung kesiapan penilaian UNESCO tersebut.

Bentang Alam Purba sebagai Modal Masa Depan
Kawasan Silokek menyimpan 25 situs geodiversity bernilai ilmiah tinggi. Sejak ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada 2018, kawasan ini telah diproyeksikan sebagai pusat edukasi dan konservasi. Dengan batasan karst kuno, desa-desa di Sijunjung sebenarnya sedang duduk di atas “harta karun” yang berusia lebih dari 350 juta tahun.

Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, mengakui bahwa dukungan Pemprov adalah kunci. Penilaian UNESCO menuntut kesiapan menyeluruh, mulai dari akses jalan hingga kesiapan masyarakat lokal. Status global ini diharapkan menjadi mesin penghancur isolasi wilayah dan kemiskinan di perdesaan Sijunjung melalui pariwisata yang tidak merusak lingkungan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Terminal Barang Glagahan: Peluang Emas atau Ancaman Desa?

8 Juni 2026 - 22:18 WIB

Sampah Jadi Berkah, Strategi Sumbar Menuju Indonesia Asri

6 Juni 2026 - 23:38 WIB

Atasi Kelangkaan, Pemprov Sumbar Perketat Pengawasan BBM Subsidi

6 Juni 2026 - 12:11 WIB

Pancasila Sebagai Jangkar Persatuan Masyarakat Desa

1 Juni 2026 - 17:35 WIB

Reformasi Birokrasi Sumbar: Kualitas Pelayanan Publik Kini Naik Kelas

30 Mei 2026 - 07:50 WIB

Dinsos Jombang Salurkan Bantuan ATENSI 2026 kepada 34 Penerima Manfaat untuk Kembangkan Usaha

26 Mei 2026 - 17:20 WIB

Trending di PEMDA