Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 22 Mei 2023 07:39 WIB ·

Siasat Penjaga Mata Air Atasi Krisis Air Bersih Desa Purbalingga


					Petugas KP-SPAM Tirta Barokah saat melakukan pengecekan sumber air dan BPT (20/05/23) Perbesar

Petugas KP-SPAM Tirta Barokah saat melakukan pengecekan sumber air dan BPT (20/05/23)

Purbalingga, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Sungai kini menjadi pelarian terakhir bagi sebagian warga di wilayah utara Purbalingga. Tanpa guyuran hujan selama tiga minggu, Desa Langkap dan Desa Karangtengah di Kecamatan Kertanegara mulai dikepung krisis air bersih desa Purbalingga akibat mengeringnya sumber mata air utama.

Kondisi ini memaksa Kelompok Pengelola Sarana Prasarana Air Minum (KP-SPAM) Tirta Barokah Langkap memutar otak. Nur Faizin, sang Direktur, bergerak cepat mengaktifkan rencana cadangan demi menyelamatkan hajat hidup warga.

“Sumber mata air utama kami menyusut drastis. Sebagai solusi darurat, kami langsung menambah suplai dari sumber mata air cadangan agar pembagian air bersih ke rumah warga bisa lebih merata,” ujar Nur Faizin.

Langkah taktis ini diambil setelah tim KP-SPAM melakukan inspeksi mendadak ke tiga titik sumber air pada Sabtu (20/05/2023). Hasil pantauan ke lapangan sehari berikutnya mengonfirmasi kecemasan mereka: aliran air ke rumah warga mengecil, bahkan beberapa warga terpaksa berjalan kaki ke sungai demi memenuhi kebutuhan domestik.

Manajemen air di tingkat tapak seperti ini menjadi krusial. Ketika infrastruktur desa diuji oleh alam, koordinasi cepat antara kelembagaan lokal dan pemerintah daerah adalah kunci penentu.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Purbalingga mulai menerjunkan armada truk tangki untuk menyalurkan bantuan air bersih ke titik-titik paling kritis. Di sisi lain, KP-SPAM juga tengah merumuskan solusi jangka panjang bersama instansi terkait agar kelangkaan ini tidak menjadi agenda tahunan yang menyengsarakan.

Meski pasokan darurat mulai dialirkan, warga tetap diimbau untuk mengubah pola konsumsi harian secara bijak melalui gerakan hemat air. Kolaborasi antara pasokan tangki pemda, pemanfaatan mata air cadangan oleh KP-SPAM, dan kesadaran konservasi warga diharapkan mampu mempercepat pemulihan aktivitas domestik dua desa ini kembali normal. Krisis ini menjadi alarm pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan wilayah tangkapan air di kawasan hulu.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN