Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 14 Jan 2026 18:06 WIB ·

Siasat Desa Sambijajar Hadapi Penurunan Dana Desa 2026


					Siasat Desa Sambijajar Hadapi Penurunan Dana Desa 2026 Perbesar

Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Di tengah kabar kurang sedap mengenai penurunan alokasi Dana Desa secara nasional, warga Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol, justru menunjukkan perlawanan kreatif. Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang digelar Selasa (13/1/2026), mereka membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah penghalang untuk merancang masa depan yang progresif.

Pertemuan di Balai Desa Sambijajar ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan sebuah “ruang sidang rakyat” untuk menentukan wajah desa pada tahun anggaran 2027. Dari urusan infrastruktur jalan tani hingga strategi ketahanan pangan, semua dibedah dengan satu semangat: efisiensi tanpa mengorbankan kualitas hidup.

Prioritas di Atas “Lapar Mata”
Kepala Desa Sambijajar, Suhardi, memberikan peringatan keras namun bijak kepada para peserta musyawarah. Ia meminta warga untuk tidak “lapar mata” atau terjebak dalam keinginan membangun segala hal tanpa perhitungan matang. Menurutnya, dengan anggaran yang terbatas, strategi “skala prioritas” adalah harga mati.

“Kita harus bijak. Tidak semua bisa dibangun dalam satu waktu. Fokus kita adalah memastikan program yang terpilih memberikan dampak ledakan bagi kesejahteraan rakyat,” tegas Suhardi.

Fakta Pahit Penurunan Dana Desa
Kasi PMD Kecamatan Sumbergempol, Sri Wahyuni, SE., M.Si, yang hadir dalam acara tersebut membawa data yang cukup mengejutkan. Ia memaparkan bahwa secara nasional, terjadi penurunan Dana Desa (DD). Sebagai gambaran, ia mencontohkan Desa Junjung yang tahun ini hanya menerima sekitar Rp340 juta. Kondisi serupa membayangi desa-desa lain, termasuk Sambijajar.

Sebagai langkah taktis, Sri Wahyuni menjelaskan bahwa desa diminta menitipkan harapan melalui tiga usulan prioritas untuk Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kabupaten. Usulan ini nantinya akan diinput melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

“Harapan kami, tiga usulan strategis ini benar-benar terealisasi di tingkat kabupaten. Dengan dana mandiri yang ada, desa harus memanfaatkannya secara maksimal agar Sambijajar tetap bergerak maju meski tantangan finansial mengadang,” jelas perempuan yang akrab disapa Yuni tersebut.

Demokrasi yang Hidup
Musrenbangdes ini dihadiri oleh lintas sektoral, mulai dari perangkat desa, BPD, LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga kelompok perempuan dan pemuda. Kehadiran unsur perempuan dan pemuda memastikan bahwa kebijakan desa di masa depan tidak hanya berpihak pada pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan manusia.

Sambijajar menunjukkan bahwa di tahun 2026 ini, transparansi dan partisipasi publik adalah modal utama bagi desa untuk bertahan dan berkembang di tengah fluktuasi kebijakan fiskal nasional. (Liu)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Petahana Juhendi Sulaeman Raih Nomor Urut 3 Pilkades Karanghaur

9 September 2026 - 13:29 WIB

Merti Dusun Kranggan 1 Jadi Ruang Warga Lestarikan Budaya Jawa

6 September 2026 - 23:13 WIB

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Trending di KABAR DESA