Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

LINGKUNGAN · 10 Sep 2023 14:30 WIB ·

Sawah Bantaeng Kerontang, Janji Asuransi Pertanian Dipertanyakan Petani


					Sawah Bantaeng Kerontang, Janji Asuransi Pertanian Dipertanyakan Petani Perbesar

Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Fenomena El Nino yang melanda Kabupaten Bantaeng telah mengubah ratusan hektar persawahan menjadi hamparan tanah retak. Alih-alih merayakan masa panen, para petani di wilayah seperti Tompobulu dan Bissappu kini terancam gagal panen total akibat kekeringan ekstrem yang diprediksi bertahan hingga akhir tahun. Ironisnya, di tengah kondisi darurat ini, program asuransi pertanian yang sempat digembar-gemborkan sebagai “perlindungan terbaik” bagi petani Bantaeng justru dinilai tidak terasa manfaatnya oleh para korban terdampak.

Rugi Jutaan Rupiah dalam Sekejap

Dg Karo, seorang petani di Kampung Ra’ra, Kelurahan Banyorang, hanya bisa pasrah melihat padi miliknya yang berumur 40 hari kini mati mengering. Bergantung sepenuhnya pada irigasi yang sudah surut, ia harus menanggung kerugian finansial yang tidak sedikit. “Sewa traktor 400 ribu, benih 500 ribu, ditambah pupuk 135 ribu. Semuanya lenyap begitu saja,” ungkap Dg Karo dengan senyum pahit.

Asuransi Pertanian: Antara Harapan dan Fakta

Kasus kekeringan di Bantaeng membuka tabir masalah pada distribusi asuransi pertanian. Meski pada April 2023 Kementerian Pertanian menyebut Bantaeng sebagai daerah terbaik dalam perlindungan petani, fakta di lapangan berbicara sebaliknya bagi sebagian warga. Suaib, petani lain di lokasi yang sama, mengaku tidak pernah mendapatkan klaim asuransi meski berulang kali tertimpa musibah pada lahan kelolaannya. “Di komunitas kami, khususnya di Kalame, tidak ada yang pernah merasakan asuransi itu. Padahal kami dengar di tempat lain ada yang dapat,” tuturnya.

Benteng Pangan yang Mulai Goyah

Pantauan di lapangan menunjukkan kekeringan meluas hingga ke Kampung Tanetea, Kassi-kassi, dan sebagian Desa Bonto Jai di Kecamatan Bissappu. Sawah yang seharusnya menjadi benteng pertahanan pangan kini lumpuh total. Masyarakat kini mendesak Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk segera turun tangan. Diperlukan respons cepat, mulai dari bantuan darurat hingga transparansi mengenai prosedur klaim asuransi pertanian. Penjelasan yang jujur dari instansi terkait sangat dibutuhkan agar petani tidak merasa berjuang sendirian melawan fenomena alam yang kian tak menentu ini.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 215 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Benteng Hijau Ketapang: Sinergi Relawan Jaga Pesisir Pangkalpinang

4 April 2026 - 18:57 WIB

Papan Larangan Sampah di Desa Sekip Cuma Pajangan

24 Maret 2026 - 15:16 WIB

CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar

17 Maret 2026 - 13:39 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah Melalui Aturan Baru Sumbar

15 Maret 2026 - 10:57 WIB

Sampah Pesisir Selatan: Dari Beban Lingkungan Jadi Cuan

13 Maret 2026 - 20:42 WIB

Trending di LINGKUNGAN