Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 10 Sep 2023 14:30 WIB ·

Sawah Bantaeng Kerontang, Janji Asuransi Pertanian Dipertanyakan Petani


					Sawah Bantaeng Kerontang, Janji Asuransi Pertanian Dipertanyakan Petani Perbesar

Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Fenomena El Nino yang melanda Kabupaten Bantaeng telah mengubah ratusan hektar persawahan menjadi hamparan tanah retak. Alih-alih merayakan masa panen, para petani di wilayah seperti Tompobulu dan Bissappu kini terancam gagal panen total akibat kekeringan ekstrem yang diprediksi bertahan hingga akhir tahun. Ironisnya, di tengah kondisi darurat ini, program asuransi pertanian yang sempat digembar-gemborkan sebagai “perlindungan terbaik” bagi petani Bantaeng justru dinilai tidak terasa manfaatnya oleh para korban terdampak.

Rugi Jutaan Rupiah dalam Sekejap

Dg Karo, seorang petani di Kampung Ra’ra, Kelurahan Banyorang, hanya bisa pasrah melihat padi miliknya yang berumur 40 hari kini mati mengering. Bergantung sepenuhnya pada irigasi yang sudah surut, ia harus menanggung kerugian finansial yang tidak sedikit. “Sewa traktor 400 ribu, benih 500 ribu, ditambah pupuk 135 ribu. Semuanya lenyap begitu saja,” ungkap Dg Karo dengan senyum pahit.

Asuransi Pertanian: Antara Harapan dan Fakta

Kasus kekeringan di Bantaeng membuka tabir masalah pada distribusi asuransi pertanian. Meski pada April 2023 Kementerian Pertanian menyebut Bantaeng sebagai daerah terbaik dalam perlindungan petani, fakta di lapangan berbicara sebaliknya bagi sebagian warga. Suaib, petani lain di lokasi yang sama, mengaku tidak pernah mendapatkan klaim asuransi meski berulang kali tertimpa musibah pada lahan kelolaannya. “Di komunitas kami, khususnya di Kalame, tidak ada yang pernah merasakan asuransi itu. Padahal kami dengar di tempat lain ada yang dapat,” tuturnya.

Benteng Pangan yang Mulai Goyah

Pantauan di lapangan menunjukkan kekeringan meluas hingga ke Kampung Tanetea, Kassi-kassi, dan sebagian Desa Bonto Jai di Kecamatan Bissappu. Sawah yang seharusnya menjadi benteng pertahanan pangan kini lumpuh total. Masyarakat kini mendesak Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk segera turun tangan. Diperlukan respons cepat, mulai dari bantuan darurat hingga transparansi mengenai prosedur klaim asuransi pertanian. Penjelasan yang jujur dari instansi terkait sangat dibutuhkan agar petani tidak merasa berjuang sendirian melawan fenomena alam yang kian tak menentu ini.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 224 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN