Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 25 Des 2024 10:51 WIB ·

Ruang Cakap SDGs Desa Tutup, Refleksi dan Harapan untuk Masa Depan Desa Digital


					Ruang Cakap SDGs Desa Tutup, Refleksi dan Harapan untuk Masa Depan Desa Digital Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] – Setelah 444 episode menginspirasi ribuan desa di Indonesia, program Ruang Cakap SDGs Desa resmi menutup tirai dalam sebuah sesi yang penuh refleksi dan apresiasi. Namun, semangat untuk membangun desa yang cerdas dan berkelanjutan terus berkobar.

Suryokoco Suryoputro, salah satu inisiator program, memandang penutupan ini sebagai awal dari babak baru. “Angka 444 bagi saya adalah simbol kekuatan dan awal yang baru. Angka ini menggambarkan kekuatan dan keyakinan. Meski di budaya tertentu angka empat dianggap sebagai simbol akhir, saya melihatnya sebagai momentum baru untuk melihat pintu-pintu lain yang terbuka,” ujarnya.

Suryokoco juga menyoroti pentingnya semangat kolektif untuk terus berinovasi, terutama dalam membangun ruang komunitas digital desa yang menjadi inti dari konsep Desa Cerdas. Menurutnya, ruang digital ini bukan sekadar infrastruktur fisik seperti internet atau televisi, melainkan ruang komunikasi yang mampu menghubungkan seluruh warga desa melalui teknologi​.

“Ketika ruang komunitas digital terbentuk, kita tidak hanya menghidupkan desa, tetapi juga menyalakan lilin-lilin pengetahuan di seluruh Indonesia,” jelasnya dengan penuh optimisme​.

Selama tiga tahun, Ruang Cakap SDGs Desa telah menjadi wadah bagi para pendamping desa, perangkat desa, dan pegiat pembangunan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Program ini juga telah berhasil membangun komunitas digital yang kuat di tingkat desa, memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi yang lebih efektif.

“Ruang digital bukan hanya sekadar platform teknologi, tetapi juga ruang bagi warga desa untuk berinteraksi, berdiskusi, dan menemukan solusi bersama,” tambah Suryokoco.

Belajar dari Program dan Harapan Masa Depan

Ruang Cakap SDGs Desa telah menjadi tempat berbagi wawasan dan pengalaman yang luar biasa bagi para pendamping profesional, perangkat desa, dan pegiat pembangunan di seluruh Nusantara. Dalam sesi tersebut, Suryokoco juga mengapresiasi para host yang telah berkontribusi tanpa pamrih demi keberhasilan program.

“Ini murni pengabdian dari para host dan pendamping. Tidak ada apresiasi material, tetapi semangat mereka luar biasa,” tuturnya​.

Ia menegaskan bahwa semangat ini tidak akan berhenti di sini. Program-program seperti LMS Kemedesa dan OVP Akademi Desa diharapkan mampu melanjutkan misi pemberdayaan desa di masa mendatang​.

Menghadapi Era Baru Desa Digital

Konsep Desa Cerdas yang dibahas dalam sesi ini menawarkan harapan besar untuk percepatan transformasi digital di desa. Suryokoco menekankan pentingnya keterlibatan pendamping profesional dalam membangun komunitas digital yang interaktif, seperti grup WhatsApp desa yang dapat menjadi pusat informasi dan komunikasi​.

“Ketika teknologi diterapkan dengan benar, desa-desa kita akan bergerak lebih cepat, tidak hanya menuju kesejahteraan, tetapi juga menuju kemajuan yang merata,” katanya.

Dengan ditutupnya Ruang Cakap SDGs Desa, semangat yang telah dibangun melalui program ini diharapkan terus hidup dalam berbagai bentuk inisiatif baru. Sebagaimana pesan penutup Suryokoco, “Semua yang dilakukan dengan niat baik pasti akan menemukan jalan dan tempat yang baik pula.”

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siapa di Balik Layar? Aroma ‘Bekingan’ Menyengat dalam Dugaan Korupsi Dana Desa Loleo

5 Mei 2026 - 09:21 WIB

“Uji Nyali” Inspektorat Halsel: Di Balik Aset Mewah Kades Loleo dan Aroma Proyek Fiktif yang Menyengat

5 Mei 2026 - 09:16 WIB

Etika Jurnalisme: Pilar Penjaga Marwah Pembangunan dari Desa

3 Mei 2026 - 12:13 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 27: Pariwisata Ramah Lingkungan

3 Mei 2026 - 09:57 WIB

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Trending di RAGAM