Labuha, Halmahera Selatan [DESA MERDEKA] — Integritas Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kini tengah berada di ujung tanduk. Lembaga pengawas internal pemerintah tersebut kini menghadapi tantangan terbuka dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalesang Anak Negeri (KANe) Maluku Utara untuk membongkar dugaan mega skandal korupsi Dana Desa di Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan.
Kasus ini bukan sekadar urusan salah ketik administrasi, melainkan dugaan praktik korupsi terstruktur yang disinyalir telah membabat habis anggaran desa demi kepentingan pribadi.
Panggung “Uji Nyali” bagi Penegak Peraturan
Sekretaris LSM KANe, Asbar Sandiah, secara eksplisit menyebut situasi di Desa Loleo sebagai ajang “uji nyali” bagi Inspektorat. Menurutnya, publik sedang menonton apakah lembaga tersebut memiliki taji untuk melakukan audit investigatif secara jujur atau justru terjebak dalam pusaran pembiaran.
”Ini bukan lagi soal prosedur, ini soal keberanian. Apakah Inspektorat berani bertindak tegas atau memilih diam melihat praktik busuk ini? Kami mendesak audit investigatif dilakukan segera, transparan, dan tanpa pandang bulu,” tegas Asbar pada Minggu (3/5/2026).
Gurita Aset Mewah di Tengah Proyek “Gaib”
Sorotan tajam LSM KANe mengarah pada kontrasnya kehidupan sang Kepala Desa dengan realita pembangunan di desa. Di saat sejumlah proyek infrastruktur seperti pembangunan gorong-gorong dan rumah adat diduga fiktif—karena hanya ada di atas kertas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) namun nihil di lapangan—sang Kepala Desa justru disinyalir memiliki aset yang nilainya fantastis.
Dugaan kepemilikan aset mewah berupa speedboat, kendaraan roda empat, hingga beberapa unit rumah menjadi tanda tanya besar. Secara logika keuangan, akumulasi aset tersebut dinilai sangat tidak wajar jika dibandingkan dengan penghasilan resmi seorang pejabat desa. Selain itu, ditemukan indikasi manipulasi administrasi yang sistematis, mulai dari penggunaan tanda tangan tidak sah hingga pembayaran tunjangan kepada nama-nama yang tidak valid.
Tantangan Investigasi: Mengendus Jejak di Balik Manipulasi
Tantangan terbesar bagi Inspektorat Halsel saat ini adalah membongkar “dinding” administrasi yang mungkin telah direkayasa. Kasus Loleo menjadi rumit karena menyangkut dugaan pengkhianatan terhadap uang rakyat yang seharusnya dialokasikan untuk program sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Jika Inspektorat gagal menunjukkan taringnya, persepsi publik mengenai adanya “perlindungan” bagi oknum Kades nakal akan semakin menguat. LSM KANe memperingatkan bahwa sikap pasif dari pihak pengawas hanya akan memperdalam mosi tidak percaya masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan di Kabupaten Halmahera Selatan.
Masyarakat kini menanti, apakah Dana Desa Loleo akan dikembalikan fungsinya untuk rakyat, ataukah justru menguap bersama aset-aset mewah yang kini tengah menjadi buah bibir?
Disclaimer Berita:
Laporan ini disusun berdasarkan pernyataan resmi dari LSM Kalesang Anak Negeri (KANe) Maluku Utara dan draf pengaduan masyarakat. Redaksi mengedepankan asas praduga tak bersalah. Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya melakukan verifikasi lebih lanjut kepada Kepala Desa Loleo dan pihak Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan untuk mendapatkan klarifikasi yang berimbang.

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.