Bayuwangi, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Denyut demokrasi di ujung utara Kabupaten Banyuwangi mulai memanas. Pendaftaran calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo, resmi ditutup pada Jumat (24/7/2026) pukul 16.00 WIB. Hasilnya, delapan petarung desa resmi mendaftarkan diri untuk mengawal aspirasi warga periode 2026–2034.
Begitu bedug tanda penutupan berbunyi, Panitia Pengisian Calon Anggota BPD Desa Sidodadi langsung bergerak cepat menyusun berita acara. Langkah ini menyudahi maraton pendaftaran yang berlangsung ketat selama lima hari sejak 20 Juli lalu.
Anatomi Dua Dusun di Jalur Pantura
Secara geografis, Desa Sidodadi berdiri kokoh di lintasan strategis Jalur Pantura, memanjang langsung berbatasan dengan Selat Bali di sisi timur. Meski memiliki karakteristik lahan yang cenderung kering, desa ini menyimpan potensi ekonomi ganda yang luar biasa. Perkebunan jagung menghampar di daratan, sementara wilayah pesisirnya—seperti di kawasan Pantai Kalitopo—dihuni oleh komunitas nelayan tangguh.
Secara administratif, Desa Sidodadi ditopang oleh 2 dusun riil, yaitu Dusun Krajan dan Dusun Curahsawo. Struktur wilayah yang ringkas ini melahirkan peta keterwakilan yang sangat proporsional dan adil. Panitia menetapkan kuota seimbang, yakni masing-masing 3 kursi untuk Dusun Krajan dan Dusun Curahsawo. Formula ini memastikan suara masyarakat pesisir maupun peladang terakomodasi secara utuh di parlemen desa.
Krajan Memanas, Curahsawo Melenggang Adem
Ketua Panitia, Sumardi, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas tingginya tensi partisipasi politik warga.
“Alhamdulillah, delapan orang mendaftar. Setelah ini, kami langsung tancap gas melakukan verifikasi berkas pada 27–28 Juli, masa perbaikan pada 29–31 Juli, dan pengumuman keabsahan administrasi pada 3 Agustus 2026,” tegas Sumardi bersemangat.
Namun, dinamika menarik tersaji dalam komposisi pendaftar. Dari total delapan nama, peta persaingan justru timpang:
* Dusun Krajan (Over Kuota): Saptari, Abdul Mukit, Imam Sofyan Hadi, dan Slamet Riyadi (4 pendaftar berebut 3 kursi).
* Dusun Curahsawo (Zona Aman): Alan Adma Winata, Zainur Rohman, dan Hasan Bashori (3 pendaftar untuk 3 kursi).
* Keterwakilan Perempuan: Fitri Nursabila (pendaftar tunggal).
Kondisi ini membuat atmosfer politik di Dusun Krajan dipastikan membara. Jika semua lolos administrasi, tiga kandidat dipastikan aman, sementara dua nama akan saling sikut memperebutkan satu kursi sisa di Daerah Pemilihan 1.
“Pertarungan sengit akan terjadi antara Saptari dan Slamet Riyadi. Siapa yang paling memikat hati warga akan ditentukan dalam musyawarah dan pemilihan pada 6 Agustus 2026. Hasil finalnya kita umumkan 10 Agustus 2026,” pungkas Sumardi optimis.
Masyarakat Sidodadi kini bersiap menyaksikan, siapakah yang layak menjadi penyambung lidah mereka di kursi BPD?
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.