Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PENDIDIKAN · 4 Sep 2025 10:06 WIB ·

Prilly Latuconsina Pilih Mengajar di Desa, Tolak Jabatan Politik


					Prilly Latuconsina Pilih Mengajar di Desa, Tolak Jabatan Politik Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Aktris dan aktivis muda, Prilly Latuconsina, kembali menjadi sorotan publik. Ia memilih jalur pengabdian sosial di bidang pendidikan ketimbang tawaran untuk berkecimpung di dunia politik. Melalui media sosialnya, Prilly membagikan pengalamannya mengajar di SD Inpres Soe Un, Desa Kuatae, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menunjukkan komitmennya pada aksi nyata.

Keputusan Prilly untuk menolak tawaran di pemerintahan didasari oleh sikap sadar diri akan kapasitas dan kemampuannya. Ia menegaskan, jika suatu saat mendapatkan tawaran posisi tersebut, ia akan memikirkannya matang-matang alih-alih mengambilnya begitu saja. Hal ini menunjukkan profesionalisme dan prioritasnya yang lebih besar pada kontribusi langsung, bukan sekadar jabatan.

Dalam narasinya, Prilly menggambarkan perpaduan antara keindahan alam NTT dengan realitas pahit yang dihadapi masyarakat setempat. “Di balik alam yang indah membentang, ada suara-suara yang tak terdengar, ada hak-hak yang direnggut diam-diam,” tulisnya, menyoroti ketimpangan yang masih terjadi di pelosok negeri.

Namun, di tengah segala keterbatasan, semangat para siswa di SD Inpres Soe Un tetap menyala. Saat ditanya mengenai cita-cita, anak-anak itu dengan penuh antusias menyebut ingin menjadi dokter, perawat, pemain sepak bola, bahkan astronot. Prilly mengaku terharu dengan optimisme mereka yang menular kepadanya.

“Sejak melihat sisi lain negeri ini, aku jadi malu untuk mengeluh tentang hidup,” ungkapnya. Ia menambahkan, senyum tulus anak-anak di pelosok lahir di tengah ketidakadilan. Menurutnya, harapan mereka tidak seharusnya padam.

Prilly menutup pesannya dengan harapan besar bagi Indonesia. Ia menyerukan agar bangsa ini dapat segera pulih dari berbagai permasalahan, terutama dalam isu ketidakadilan dan ketimpangan. Pengalaman Prilly Latuconsina di NTT menjadi bukti bahwa kontribusi nyata untuk bangsa bisa datang dari berbagai kalangan, termasuk para figur publik yang memilih jalur pengabdian sosial yang berdampak langsung.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 93 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Literasi Digital Jadi Kunci SDM Desa Berdaya Saing

3 Juni 2026 - 09:25 WIB

Revitalisasi Tradisi Surau Lewat SMP Islam Darul Hakim

2 Juni 2026 - 21:01 WIB

Membangun Benteng Akhlak, Menjaga Masa Depan Desa

31 Mei 2026 - 21:23 WIB

Sumbar Raih Penghargaan Pendidikan Nasional, Desa Semakin Berdaya

28 Mei 2026 - 14:21 WIB

Digitalisasi Pendidikan Sumatera Barat: Kelas IT Mulai Diuji Coba

23 Mei 2026 - 11:03 WIB

Pesantren Pringsewu Kini Tangguh Hadapi Risiko Mitigasi Bencana

23 Mei 2026 - 09:01 WIB

Trending di PENDIDIKAN