Jakarta [DESA MERDEKA] – Aktris dan aktivis muda, Prilly Latuconsina, kembali menjadi sorotan publik. Ia memilih jalur pengabdian sosial di bidang pendidikan ketimbang tawaran untuk berkecimpung di dunia politik. Melalui media sosialnya, Prilly membagikan pengalamannya mengajar di SD Inpres Soe Un, Desa Kuatae, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menunjukkan komitmennya pada aksi nyata.
Keputusan Prilly untuk menolak tawaran di pemerintahan didasari oleh sikap sadar diri akan kapasitas dan kemampuannya. Ia menegaskan, jika suatu saat mendapatkan tawaran posisi tersebut, ia akan memikirkannya matang-matang alih-alih mengambilnya begitu saja. Hal ini menunjukkan profesionalisme dan prioritasnya yang lebih besar pada kontribusi langsung, bukan sekadar jabatan.

Dalam narasinya, Prilly menggambarkan perpaduan antara keindahan alam NTT dengan realitas pahit yang dihadapi masyarakat setempat. “Di balik alam yang indah membentang, ada suara-suara yang tak terdengar, ada hak-hak yang direnggut diam-diam,” tulisnya, menyoroti ketimpangan yang masih terjadi di pelosok negeri.
Namun, di tengah segala keterbatasan, semangat para siswa di SD Inpres Soe Un tetap menyala. Saat ditanya mengenai cita-cita, anak-anak itu dengan penuh antusias menyebut ingin menjadi dokter, perawat, pemain sepak bola, bahkan astronot. Prilly mengaku terharu dengan optimisme mereka yang menular kepadanya.
“Sejak melihat sisi lain negeri ini, aku jadi malu untuk mengeluh tentang hidup,” ungkapnya. Ia menambahkan, senyum tulus anak-anak di pelosok lahir di tengah ketidakadilan. Menurutnya, harapan mereka tidak seharusnya padam.
Prilly menutup pesannya dengan harapan besar bagi Indonesia. Ia menyerukan agar bangsa ini dapat segera pulih dari berbagai permasalahan, terutama dalam isu ketidakadilan dan ketimpangan. Pengalaman Prilly Latuconsina di NTT menjadi bukti bahwa kontribusi nyata untuk bangsa bisa datang dari berbagai kalangan, termasuk para figur publik yang memilih jalur pengabdian sosial yang berdampak langsung.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.