Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PENDIDIKAN · 4 Sep 2025 10:06 WIB ·

Prilly Latuconsina Pilih Mengajar di Desa, Tolak Jabatan Politik


					Prilly Latuconsina Pilih Mengajar di Desa, Tolak Jabatan Politik Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Aktris dan aktivis muda, Prilly Latuconsina, kembali menjadi sorotan publik. Ia memilih jalur pengabdian sosial di bidang pendidikan ketimbang tawaran untuk berkecimpung di dunia politik. Melalui media sosialnya, Prilly membagikan pengalamannya mengajar di SD Inpres Soe Un, Desa Kuatae, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menunjukkan komitmennya pada aksi nyata.

Keputusan Prilly untuk menolak tawaran di pemerintahan didasari oleh sikap sadar diri akan kapasitas dan kemampuannya. Ia menegaskan, jika suatu saat mendapatkan tawaran posisi tersebut, ia akan memikirkannya matang-matang alih-alih mengambilnya begitu saja. Hal ini menunjukkan profesionalisme dan prioritasnya yang lebih besar pada kontribusi langsung, bukan sekadar jabatan.

Dalam narasinya, Prilly menggambarkan perpaduan antara keindahan alam NTT dengan realitas pahit yang dihadapi masyarakat setempat. “Di balik alam yang indah membentang, ada suara-suara yang tak terdengar, ada hak-hak yang direnggut diam-diam,” tulisnya, menyoroti ketimpangan yang masih terjadi di pelosok negeri.

Namun, di tengah segala keterbatasan, semangat para siswa di SD Inpres Soe Un tetap menyala. Saat ditanya mengenai cita-cita, anak-anak itu dengan penuh antusias menyebut ingin menjadi dokter, perawat, pemain sepak bola, bahkan astronot. Prilly mengaku terharu dengan optimisme mereka yang menular kepadanya.

“Sejak melihat sisi lain negeri ini, aku jadi malu untuk mengeluh tentang hidup,” ungkapnya. Ia menambahkan, senyum tulus anak-anak di pelosok lahir di tengah ketidakadilan. Menurutnya, harapan mereka tidak seharusnya padam.

Prilly menutup pesannya dengan harapan besar bagi Indonesia. Ia menyerukan agar bangsa ini dapat segera pulih dari berbagai permasalahan, terutama dalam isu ketidakadilan dan ketimpangan. Pengalaman Prilly Latuconsina di NTT menjadi bukti bahwa kontribusi nyata untuk bangsa bisa datang dari berbagai kalangan, termasuk para figur publik yang memilih jalur pengabdian sosial yang berdampak langsung.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 83 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sinergi Forkopimcam Mojoagung Kawal Ketat Kualitas Gizi di Dapur Garuda Nusantara Lestari

21 April 2026 - 09:56 WIB

Empat Pendekar Dusun Toyogiri: Kuliah Bukan Lagi Momok

19 April 2026 - 08:01 WIB

Gaya Storytelling: Rahasia Siswa SMK Bawa Edamame ke Jakarta

13 April 2026 - 21:40 WIB

Siswa SMK 1 Bawen: Nyangkul Itu Keren, Edamamenya Tembus Jakarta

13 April 2026 - 21:02 WIB

Regenerasi Petani Milenial: SMK Bawen Siapkan Panen Raya

13 April 2026 - 20:41 WIB

Modal Nol, Sekolah Desa Ini Nekat Panen Tomat Hitam

13 April 2026 - 20:25 WIB

Trending di PENDIDIKAN