Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

LINGKUNGAN · 5 Apr 2025 07:34 WIB ·

Polemik Baliho Misterius di Tambang Suwawa Picu Keresahan Penambang Lokal


					<em>Konsolidasi Penambang: Tokoh masyarakat Bone Bolango, H. Kilat Wartabone, menggelar pertemuan dengan para penambang lokal di wilayah tambang Suwawa untuk membahas polemik baliho misterius yang meresahkan.</em> Perbesar

Konsolidasi Penambang: Tokoh masyarakat Bone Bolango, H. Kilat Wartabone, menggelar pertemuan dengan para penambang lokal di wilayah tambang Suwawa untuk membahas polemik baliho misterius yang meresahkan.

Bone Bolango [DESA MERDEKA] – Pemasangan sejumlah baliho di titik bor 1, 3, dan 9 wilayah pertambangan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, menuai polemik dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat penambang. Baliho tersebut, yang mencantumkan nama Gorontalo Minerals, berisi imbauan kepada para penambang untuk segera menghentikan aktivitas dan mengosongkan lokasi tambang demi keselamatan dan keamanan.

Situasi yang tidak kondusif ini mendorong tokoh masyarakat Bone Bolango, H. Kilat Wartabone yang juga merupakan mantan Wakil Bupati, untuk bergerak cepat. Beliau menggelar konsolidasi dengan seluruh penambang lokal guna mencari kejelasan terkait maksud dan tujuan pemasangan baliho yang dianggap janggal tersebut.

Kilat Wartabone menduga kuat bahwa baliho misterius itu sengaja dipasang oleh oknum tertentu yang mengatasnamakan Gorontalo Minerals dengan tujuan menciptakan ketidakstabilan di wilayah tambang Suwawa.

“Kami telah melakukan aktivitas penambangan di wilayah ini sejak tahun 1991 dan selama ini selalu menjaga stabilitas keamanan agar tetap kondusif. Kami berharap semua permasalahan dapat diselesaikan dengan musyawarah dan kebijaksanaan,” tegas Kilat Wartabone dalam pertemuan dengan para penambang, Kamis (6/4/2025).

Lebih lanjut, Kilat Wartabone menyoroti dampak pemasangan baliho tersebut terhadap mata pencaharian masyarakat setempat. Menurutnya, para penambang lokal, tukang ojek, serta pemilik kios di sekitar lokasi tambang sangat bergantung pada aktivitas pertambangan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan pendidikan anak-anak mereka.

“Bagaimana nasib mereka jika tiba-tiba dipaksa untuk berhenti beraktivitas? Ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujarnya prihatin.

Kilat Wartabone menyatakan dirinya akan berada di garda terdepan dalam membela kepentingan para penambang lokal. Beliau juga mengingatkan agar masyarakat penambang tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

Meskipun situasi di wilayah tambang Suwawa semakin memanas, masyarakat mendesak pihak berwenang untuk segera mengusut tuntas aktor di balik tindakan provokatif pemasangan baliho tersebut sebelum konflik meluas dan situasi menjadi semakin tidak terkendali.

Kilat Wartabone mengimbau seluruh masyarakat penambang Suwawa untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa sambil menunggu hasil klarifikasi resmi dari pihak berwenang. Pihaknya juga berjanji akan terus melakukan konsolidasi dan komunikasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk tokoh-tokoh penambang lokal, untuk mencari solusi terbaik bagi semua pihak.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 82 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Benteng Hijau Ketapang: Sinergi Relawan Jaga Pesisir Pangkalpinang

4 April 2026 - 18:57 WIB

Papan Larangan Sampah di Desa Sekip Cuma Pajangan

24 Maret 2026 - 15:16 WIB

CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar

17 Maret 2026 - 13:39 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah Melalui Aturan Baru Sumbar

15 Maret 2026 - 10:57 WIB

Sampah Pesisir Selatan: Dari Beban Lingkungan Jadi Cuan

13 Maret 2026 - 20:42 WIB

Trending di LINGKUNGAN