Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

DESA · 15 Jun 2026 11:00 WIB ·

Pindang Srani: Rahasia Harmonisasi Petinggi Desa Jepara


					Pindang Srani: Rahasia Harmonisasi Petinggi Desa Jepara Perbesar

Jepara, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Di bawah bayang-bayang pohon kelapa Pantai Semat, Jepara, suasana Sabtu siang (13/6/2026) terasa begitu cair. Delapan petinggi desa dari Kecamatan Tahunan tampak akrab, menyisihkan tumpukan dokumen birokrasi, dan lebih memilih memusatkan perhatian pada satu hal: sepiring Pindang Srani. Kuah bening yang kaya rempah—paduan kunyit, jahe, serai, dan segarnya belimbing wuluh—bukan sekadar santapan, melainkan “jembatan” bagi para pemimpin desa untuk merajut sinergi.

Pindang Srani bukan menu asing bagi masyarakat Jepara. Sejak era Kerajaan Kalinyamat abad ke-16, sajian nelayan ini telah menjadi simbol kejujuran rasa. Tanpa kemewahan, namun sarat makna. Bagi Camat Tahunan, Sholehan, momentum berkumpul di tepi pantai ini adalah esensi dari “Desa Harmoni”. Ketika para petinggi desa duduk di meja yang sama tanpa sekat, visi untuk mewujudkan Kecamatan Tahunan yang maju, rukun, dan kompak bukan lagi sekadar narasi di atas kertas.

Transformasi kuliner ini luar biasa. Dari warung-warung sederhana di sepanjang garis pantai mulai dari Kartini hingga Teluk Awur, Pindang Srani kini telah “naik kelas” menjadi hidangan diplomasi nasional. Rekor MURI yang memecahkan rekor 9.783 porsi pada 2024 lalu adalah bukti bahwa kuliner ini adalah identitas kolektif. Bagi Kecamatan Tahunan, kontribusi ratusan porsi dalam pemecahan rekor tersebut menjadi penegas bahwa sinergi lintas desa bukanlah hal mustahil.

Pertemuan di Pantai Semat ini memberikan pesan kuat bagi warga desa: bahwa stabilitas wilayah dimulai dari harmoni para pemimpinnya. Dengan suasana yang cair, komitmen untuk menjaga kondusivitas wilayah pun menjadi lebih mudah disepakati. Ketertiban dan keamanan yang terjaga adalah fondasi agar program pembangunan—mulai dari infrastruktur hingga ekonomi kerakyatan—dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di setiap sudut desa.

Kini, Pindang Srani telah membuktikan dirinya lebih dari sekadar warisan leluhur. Ia adalah instrumen diplomasi yang mampu mencairkan suasana kaku birokrasi, sekaligus pengingat bagi para petinggi bahwa di balik setiap kebijakan yang dirancang di “meja bundar”, ada kebersamaan sederhana yang harus tetap dijaga. Dari pesisir Jepara, para pemimpin desa ini belajar bahwa untuk membangun kemajuan, terkadang mereka hanya perlu duduk bersama, menikmati kuah segar, dan menyamakan langkah demi masa depan desa yang lebih harmonis.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Rahasia Banjararum: Administrasi Beres, Ekonomi Desa Melesat

22 Juli 2026 - 07:45 WIB

Bukan Proyek Fisik, Toyomarto Alokasikan Dana Desa Berbasis Bukti

20 Juli 2026 - 21:35 WIB

Aparatur Baru Sumber Jaya Pacu Akselerasi Pembangunan Desa

20 Juli 2026 - 20:03 WIB

Tiga BUMDesa Sragen Raih Penghargaan Samsat Budiman

20 Juli 2026 - 14:18 WIB

Penyerahan Piagam Penghargaan Transaksi Samsat Budiman dan Pemenang Hadiah Pajak Kendaraan

Ngadipiro Kepung Masalah Stunting Hingga Rumah Sehat

16 Juli 2026 - 15:27 WIB

Asa Ketahanan Pangan dari Revitalisasi Embung Lowokjati

16 Juli 2026 - 14:27 WIB

Revitalisasi Embung Lowokjati
Trending di DESA