Jakarta [DESA MERDEKA] – Selama ini, ketahanan pangan identik dengan persawahan dan daratan. Namun, narasi baru kini muncul: desa pesisir adalah “raksasa tidur” yang siap menjadi pilar utama kedaulatan pangan nasional. Strategi ini menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang ingin menggeser paradigma desa dari sekadar objek menjadi subjek utama penyedia protein.
Kepala Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan KKP, Anastasia Rita Tisiana, menegaskan bahwa kemandirian pangan tidak akan tercapai tanpa melibatkan desa sebagai basis produksi. Menurutnya, ketahanan pangan harus memenuhi tiga unsur utama: karbohidrat, lemak, dan protein. Di sinilah sektor kelautan mengambil peran krusial.
“Desa dapat diangkat menjadi kekuatan utama. Setidaknya, produksi ikan harus mampu memenuhi kebutuhan lokal desa hingga merambah ke tingkat regional kabupaten,” ujar Anastasia dalam diskusi HUT ke-5 Panennews di Jakarta baru-baru ini.
Inovasi Modern: Bukan Sekadar Menangkap Ikan
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendobrak cara lama dengan dua konsep revolusioner: Kampung Nelayan Modern dan Smart Fisheries Village (Desa Budidaya Cerdas). Sudut pandang ini tidak lagi hanya fokus pada cara menangkap ikan, melainkan pada rekayasa sosial dan kemandirian sumber daya.
Dalam konsep kampung nelayan modern, KKP melakukan intervensi perilaku agar masyarakat lebih produktif dan mandiri. Dukungan infrastruktur tidak main-main; mulai dari pembangunan dermaga, penyediaan kios ikan, hingga fasilitas cold storage dan pabrik es di lokasi. Hal ini memastikan kualitas protein yang dihasilkan tetap terjamin hingga ke tangan konsumen.
Budidaya Cerdas dan SDM Unggul
Sementara itu, melalui Smart Fisheries Village, fokus dialihkan pada penguatan kapasitas manusia. KKP mengintegrasikan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan untuk menciptakan pembudidaya ikan darat dan laut yang melek teknologi.
Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan protein nasional tidak lagi bergantung pada fluktuasi hasil tangkapan alam, melainkan pada hasil budidaya yang terukur dan berkelanjutan. Dengan menjadikan desa pesisir sebagai benteng pangan, Indonesia tidak hanya mengejar target cetak sawah, tetapi juga memperkuat “lumbung protein” dari pinggiran laut untuk mendukung program makan bergizi gratis di masa depan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.