Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

EKBIS · 5 Jan 2025 20:36 WIB ·

Ojek Pengkolan di Deiyai Cukup Menjanjikan Keuntungan


					Ojek Pengkolan di Deiyai Cukup Menjanjikan Keuntungan Perbesar

Deiyai [DESA MERDEKA] – Wagete, sebagai ibu kota Kabupaten Deiyai, berfungsi sebagai pusat pembelanjaan, pendidikan, dan perkantoran. Setiap hari, masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Tigi dan Tigi Timur berbondong-bondong menuju pusat kota. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) berangkat ke kantor, siswa menuju sekolah, dan masyarakat berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar. Aktivitas ini berlangsung hampir setiap hari.

Sarana transportasi menjadi sangat penting bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Misalnya, sayur-mayur yang merupakan kebutuhan pokok, membuat masyarakat harus mengunjungi pasar. Ketersediaan sarana transportasi mempermudah akses terhadap kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Dengan adanya transportasi yang baik, seluruh aspek kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan lancar.

Di daerah otonomi baru seperti Kabupaten Deiyai, akses transportasi dalam kota masih dalam tahap pengembangan. Meskipun demikian, pasar tetap terpusat di Wagete. Mayoritas masyarakat tidak memiliki kendaraan bermotor, sehingga mereka sangat membutuhkan jasa transportasi untuk berbelanja atau keperluan lainnya. Melihat kondisi ini, banyak anak muda mulai merintis usaha jasa transportasi roda dua.

Untuk memulai usaha jasa transportasi, modal yang dibutuhkan minimal sekitar Rp5 juta. Bagi yang ingin bergerak cepat, disarankan untuk membeli motor bekas yang masih dalam kondisi baik. Setelah memiliki motor yang layak, para pengusaha ojek dapat memulai usaha mereka dengan cara parkir di titik pangkalan yang strategis. Hari-hari pasar, seperti Senin, Rabu, dan Jumat, menjadi waktu yang paling menguntungkan untuk mendapatkan penumpang.

Menurut seorang tukang ojek berinisial J.E, pendapatan harian dari usaha ojek di daerah Tigi sangat menjanjikan. “Setiap hari, saya bisa mendapatkan antara Rp200.000 hingga Rp500.000, bahkan lebih,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa banyak anak muda yang lebih memilih membeli motor baru tanpa memanfaatkan kesempatan untuk berjualan ojek, yang seharusnya bisa membantu mereka mengembalikan modal.

Sementara itu, pemuda lain berinisial N.D mengungkapkan bahwa ia fokus pada usaha ojek untuk mengumpulkan dana membeli mobil. Dalam waktu lima bulan, ia berhasil mengumpulkan lebih dari Rp50 juta. “Jika serius, dalam sepuluh bulan saya bisa mengumpulkan Rp100 juta atau lebih,” ujarnya.

Namun, masih banyak anak muda yang memandang rendah pekerjaan sebagai tukang ojek. Mereka seringkali hanya menjadikannya sebagai pekerjaan sampingan. Padahal, menjadi tukang ojek adalah usaha yang menjanjikan dengan potensi pendapatan yang besar. Dengan target dan tujuan yang jelas, para pengusaha ojek dapat mencapai impian mereka.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 300 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ekonomi Halal Global Harus Dimulai dari Desa dan UMKM

23 Juli 2026 - 14:58 WIB

Kisah Sukses Marno Kembangkan Bakso Lewat Bimtek

25 Juni 2026 - 15:53 WIB

Bukan Cuma Berburu Turis, Ini Wajah Baru Pariwisata Masa Depan!

31 Mei 2026 - 01:38 WIB

Internet Rakyat: Senjata Baru BUMDesa Sragen Mandiri Digital

30 Mei 2026 - 18:42 WIB

Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026

Samsat Budiman: BUMDesa Gesit Amankan Pajak Desa

30 Mei 2026 - 12:22 WIB

Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Samsat Budiman

Strategi GAS Sragen 2026 Dongkrak Pendapatan Daerah

29 Mei 2026 - 16:44 WIB

Government Auto Show 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen
Trending di EKBIS