Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Upaya pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Lamantu, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, berakhir pilu. Misihaji (50), yang dilaporkan hilang sejak pagi hari saat memanah ikan, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan timur Pulau Tetera, Desa Majapahit, pada Kamis malam (23/10/2025) sekitar pukul 21.15 WITA.
Pencarian yang telah berlangsung sejak siang hari melibatkan aparat kepolisian bersama puluhan warga setempat. Di bawah komando Kapolsek Pasimarannu, Iptu Hasan, S.Sos., dan Kanit Reskrim Aiptu Amir Daus, S.H., tim pencari menyisir perairan menggunakan kapal jolor. Keterlibatan aktif warga dan nelayan lain menunjukkan solidaritas tinggi masyarakat pesisir Pasimarannu yang tidak kenal lelah mencari rekan mereka hingga larut malam.
Korban diketahui melaut seorang diri sekitar pukul 09.00 WITA dengan perahu kecil untuk memanah ikan. Ketika hingga sore hari tak kunjung kembali, keluarga mulai cemas. Kekhawatiran itu berubah menjadi kepastian duka saat sekitar pukul 18.50 WITA, perahu milik Misihaji ditemukan dalam keadaan kosong dan hanyut sekitar 100 meter dari bibir pantai Desa Majapahit. Kabar penemuan perahu kosong itu segera memicu gerakan pencarian yang lebih cepat dan terorganisir.
Menjelang malam, jasad korban ditemukan oleh tiga nelayan asal Desa Bonea — Budi (39), Jumiadin (39), dan Ari (33) — yang turut serta dalam operasi pencarian. Jasad Misihaji ditemukan mengambang di laut dengan posisi kaki tersangkut di karang. Korban segera dievakuasi ke daratan dan dibawa menuju rumah duka di Dusun Tunggua, Desa Lamantu.
Pemeriksaan awal menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga membenarkan bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit epilepsi, yang diduga kambuh saat ia berada di tengah laut. “Kami menerima dengan ikhlas musibah ini. Almarhum memang sudah lama mengidap penyakit tersebut,” ungkap istri korban, Minengsi.
Keluarga, didampingi ketiga anaknya (Hasmiana, Sulfiana, dan Mihardin), secara resmi menolak dilakukan autopsi dan menyatakan tidak keberatan atas kejadian tersebut, meyakini kematian disebabkan penyakit. Almarhum Misihaji direncanakan dimakamkan pada Jumat, 24 Oktober 2025, di pemakaman umum Desa Lamantu.
Kapolsek Pasimarannu, Iptu Hasan, menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi ini. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan nelayan yang telah membantu proses pencarian. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan risiko pekerjaan nelayan di kepulauan, namun sekaligus menegaskan semangat gotong royong yang selalu hidup di tengah masyarakat pesisir Selayar.

kontributor Desamerdeka.id wilayah Sulawesi Selatan. Aktif meliput isu-isu sosial, pemerintahan desa, dan dinamika pembangunan masyarakat pesisir.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.