Padang [DESA MERDEKA] – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) resmi menetapkan desa dan nagari sebagai panggung utama kemajuan dalam lima tahun ke depan. Melalui Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, desa tidak lagi hanya menjadi penonton pembangunan, melainkan basis kekuatan ekonomi dan pelestarian budaya lokal.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menargetkan dokumen perencanaan ambisius ini rampung pada awal Juli mendatang. Langkah cepat ini diambil demi menyelaraskan Instruksi Mendagri Nomor 2 Tahun 2025, yang mewajibkan kesepakatan antara pemerintah daerah dan DPRD paling lambat 11 Juli 2025.
Delapan Misi Menuju Sumbar Madani
Visi “Sumatra Barat Madani yang Maju dan Berkeadilan” dijabarkan ke dalam delapan misi strategis. Salah satu poin yang paling krusial bagi masyarakat pedesaan adalah penguatan ekonomi nagari sebagai pusat produksi. Pemerintah ingin menciptakan keseimbangan antara kemajuan kota dan kemandirian desa, agar arus pertumbuhan ekonomi tidak timpang.
Sektor pangan juga mendapat perhatian khusus. Pemprov menargetkan transformasi pertanian dan perikanan melalui hilirisasi produk berbasis teknologi. Tujuannya jelas: meningkatkan pendapatan riil petani dan nelayan desa agar Sumbar tetap kokoh sebagai lumbung pangan nasional.
Infrastruktur dan SDM di Wilayah Pelosok
Pembangunan infrastruktur ke depan akan lebih menitikberatkan pada pemerataan akses air bersih, sanitasi, dan konektivitas digital hingga ke ujung nagari. Hal ini dibarengi dengan intervensi layanan kesehatan untuk menurunkan angka stunting serta kematian ibu dan bayi di pelosok.
Di sisi lain, reformasi birokrasi digital diterapkan untuk memastikan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Dengan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan kebijakan, setiap rupiah anggaran diharapkan benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh warga desa.
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria, menegaskan bahwa RPJMD ini harus relevan menjawab tantangan zaman. Pembahasan intensif kini tengah berlangsung untuk memastikan arah pembangunan Sumatera Barat hingga tahun 2029 tetap terarah, terukur, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.