OBI, Halmahera Selatan [DESA MERDEKA] — Jeritan para pelaku transportasi lokal di lingkar tambang Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, kian menyuarakan kondisi kritis. Asosiasi Dump Truck Kecamatan Obi secara terbuka melayangkan protes keras terhadap pelayanan Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) di wilayah tersebut. Mereka mendesak Pertamina dan pemerintah daerah (Pemda) segera turun tangan mengatasi dugaan karut-marut distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang dinilai tidak tepat sasaran.
Ketua Asosiasi Dump Truck Kecamatan Obi, Azwar Abubakar, kepada Desa Merdeka (21/05/26) mengungkapkan keresahan mendalam yang dirasakan oleh para sopir truk. Menurut Azwar, dua APMS yang beroperasi di Kecamatan Obi sebelumnya aktif menjual solar subsidi. Namun, belakangan ini pihak pengelola APMS mendadak berdalih tidak lagi menyediakan pasokan solar untuk armada truk, tanpa alasan yang transparan.
Janji Manis Pengusaha dan Dugaan Salah Sasaran
Azwar membeberkan bahwa beberapa bulan lalu, dirinya telah menemui langsung salah satu pemilik APMS di Desa Baru, Haji Darwis. Dalam pertemuan tersebut, Azwar meminta agar sebagian kuota solar subsidi dialokasikan secara adil kepada Asosiasi Dump Truck demi keberlangsungan mata pencaharian mereka.
”Pemilik APMS berdalih bahwa berdasarkan izin yang kantongi, fokus pelayanan mereka adalah untuk kelompok nelayan. Namun, fakta di lapangan justru berbicara lain. Kami melihat yang dilayani diduga kuat adalah para pengusaha besar, bukan nelayan kecil,” ungkap Azwar dengan nada sesal.
Argumen pihak APMS dinilai janggal dan kontradiktif dengan realitas di wilayah Obi. Azwar menegaskan, berdasarkan pengetahuannya yang valid di lapangan, hampir 99 persen nelayan di Kecamatan Obi menggunakan mesin berbahan bakar bensin (pertalite/premium), bukan solar.
Janji tinggal janji. Haji Darwis sebelumnya sempat berkomitmen kepada asosiasi bahwa jika pasokan solar masuk sebesar 5 ton, sebanyak 1,5 ton di antaranya akan dialokasikan melalui Organda untuk kebutuhan operasional mobil truk.
”Kenyataannya, sampai hari ini janji manis dari pemilik APMS itu tidak pernah terealisasi. Kami sama sekali tidak menerima hak alokasi solar yang dijanjikan,” tambah Azwar.
Jeritan Sopir Truk: Layanan Publik Terhambat
Dampak dari hilangnya akses terhadap solar bersubsidi ini sangat masif. Armada dump truck yang menjadi urat nadi pengangkutan material, logistik, dan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Obi kini mogok beroperasi. Imbasnya, rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat lokal ikut terganggu.
Menyikapi kebuntuan ini, Asosiasi Dump Truck Kecamatan Obi mengetuk pintu hati dan ketegasan jajaran birokrasi, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi.
”Kami atas nama Asosiasi Dump Truck Kecamatan Obi meminta dengan sangat kepada Bapak Bupati Halmahera Selatan dan Ibu Gubernur Maluku Utara agar segera mengintervensi kondisi ini. Kami memohon penambahan kuota BBM solar bersubsidi khusus untuk APMS di Obi, dan ada regulasi tegas yang mewajibkan mereka melayani armada truk kami,” tegas Azwar.
Ia menutup pernyataannya dengan peringatan bahwa jika Pertamina dan Pemda terus menutup mata, perekonomian masyarakat sipil di Obi akan semakin tercekik. “Kondisi saat ini sangat sulit. Kami tidak bisa bekerja, dan jika kami mandek, kebutuhan masyarakat luas juga ikut terbengkalai.”
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang berdasarkan draf laporan sepihak dari narasumber terkait untuk kepentingan konsumsi publik secara berimbang. Segala pernyataan dan klaim mengenai operasional APMS merupakan tanggung jawab penuh narasumber. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya bagi pihak pemilik APMS Desa Baru, Pertamina, serta Pemerintah Daerah terkait demi keberimbangan informasi.

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.