Bogor, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, resmi menjadi pionir pergerakan pemuda di Kabupaten Bogor tahun ini. Melalui Musyawarah Warga Karang Taruna (MWKT) yang digelar pada Minggu (23/2/2025), desa ini menjadi wilayah pertama yang sukses melakukan regenerasi kepemimpinan di bawah masa bakti kepengurusan kabupaten yang baru.
Dalam forum tertinggi pemuda desa tersebut, Zulkifli Maulana resmi terpilih menjadi Ketua Karang Taruna Desa Pasarean. Menariknya, Zulkifli mengusung visi unik melalui tagline “KATAR TERTAWA”. Bukan sekadar ekspresi kegembiraan, “TERTAWA” merupakan akronim strategis dari Tertib, Tangguh, dan Wibawa.
“Kami ingin Karang Taruna menjadi organisasi yang tertib secara administrasi, tangguh menghadapi tantangan zaman, serta memiliki wibawa karena etika dan budi luhur anggotanya,” tegas Zulkifli usai terpilih di Aula Desa Pasarean.
Sinergi dan Perpisahan Emosional
Kepala Desa Pasarean, H. Dedi Furkon, menyambut hangat nakhoda baru organisasi kepemudaan ini. Ia menekankan bahwa Karang Taruna bukan sekadar pelengkap struktur desa, melainkan mitra strategis dalam pemberdayaan masyarakat. Pemerintah Desa (Pemdes) Pasarean berharap kolaborasi aksi nyata dan prestasi dapat segera lahir dari tangan dingin para pemuda.
Momen MWKT kali ini juga diwarnai suasana emosional saat Fernando Abdillah, Ketua periode 2019-2025, menyampaikan salam perpisahan. Fernando mengakhiri masa baktinya dengan pesan haru, meminta doa restu karena akan segera meninggalkan desa untuk menempuh perjalanan baru.
Inspirasi bagi Pamijahan
Keberhasilan Pasarean menyelenggarakan MWKT mendapat apresiasi khusus dari Satya Nugraha Pamungkas, perwakilan Pengurus Kecamatan (PKT) Pamijahan. Pasarean dinilai sangat responsif terhadap instruksi kepengurusan tingkat kabupaten di bawah kepemimpinan Heri Gunawan.
Momentum ini diharapkan menjadi pemicu bagi desa-desa lain di wilayah Bogor untuk segera mengaktifkan kembali peran pemuda sebagai garda terdepan pembangunan. Dengan semangat kolaborasi, Karang Taruna Desa Pasarean kini bersiap membuktikan bahwa pemuda bukan hanya objek pembangunan, melainkan subjek yang membawa perubahan nyata bagi kemajuan desa.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.