Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 24 Des 2024 10:48 WIB ·

Merger Sekolah di Blitar: Antara Pembangunan dan Pendidikan


					Merger Sekolah di Blitar: Antara Pembangunan dan Pendidikan Perbesar

Blitar [DESA MERDEKA] – Dalam upaya penataan pendidikan dan pembangunan infrastruktur, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar telah memutuskan untuk menutup dua sekolah dasar (SD), yaitu SD Negeri 1 Satreyan, Kecamatan Kanigoro, dan SD Negeri 3 Pojok, Kecamatan Garum. Penutupan ini akan dilakukan pada tahun depan.

Keputusan ini diambil berdasarkan beberapa pertimbangan. SD Negeri 1 Satreyan terpaksa ditutup karena bangunan sekolahnya akan terdampak proyek pembangunan kantor Kecamatan Kanigoro. Sementara itu, SD Negeri 3 Pojok mengalami penurunan jumlah siswa yang signifikan sehingga dianggap tidak efisien untuk terus beroperasi.

“Kami telah melakukan kajian mendalam sebelum mengambil keputusan ini. Penutupan kedua sekolah ini merupakan langkah yang sulit, namun kami yakin ini adalah keputusan terbaik untuk jangka panjang,” ujar Kabid Pengelolaan SD Dispendik Kabupaten Blitar, Deni Setiawan.

Nasib Siswa dan Guru

Untuk memastikan kelanjutan proses belajar mengajar, siswa dari kedua sekolah yang ditutup akan dipindahkan ke sekolah terdekat. Dispendik juga akan melakukan penataan terhadap tenaga pendidik yang ada.

“Kami akan berusaha agar proses perpindahan siswa dan guru berjalan lancar dan tidak mengganggu proses belajar mengajar,” tambah Deni.

Pertimbangan Lain

Selain pertimbangan efisiensi, penutupan kedua sekolah ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Blitar. Dengan menggabungkan siswa ke sekolah yang lebih besar, diharapkan akan diperoleh kualitas pembelajaran yang lebih baik.

Namun, keputusan ini tidak serta-merta diambil tanpa mempertimbangkan aspirasi dari berbagai pihak, termasuk wali murid, guru, dan masyarakat sekitar. Dispendik akan terus melakukan koordinasi dan sosialisasi untuk mendapatkan dukungan dari semua pihak.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 128 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Di Tengah Demam AI, Guru Sumbar Butuh Perlindungan

5 September 2026 - 14:24 WIB

Bangkit dari Bawah: Pemulihan Gempa Ngada Berbasis Desa

4 September 2026 - 21:07 WIB

Kelurahan Cipayung dan Paramadina Buka Ruang Kolaborasi Global

1 September 2026 - 14:21 WIB

Renovasi Kelas, Siswa SMA Cendana Boas Malaka Belajar di Luar

31 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Kisah Nurul Fadiah, Melawan ‘Brain Drain’ dari Pesisir Selayar

16 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Menantang Ombak Demi Dasa Darma: Kisah 369 Tunas Muda di Beranda Selatan Selayar

15 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Trending di PENDIDIKAN