Dorong Ekonomi Lokal, Mendes Yandri Targetkan 20.000 Koperasi Desa Merah Putih Terbangun Akhir 2025
Maros, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Bonto Matene, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Selasa (2/12/2025). Pembangunan ini merupakan langkah serius pemerintah untuk mempercepat pembentukan Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia, sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan total 82.000 Kopdes/Kelurahan berbadan hukum.
Yandri Susanto menegaskan bahwa kehadiran Kopdes Merah Putih harus mencerminkan prinsip “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”. Oleh karena itu, ia menekankan agar proses pembangunan Kopdes di Maros ini tidak hanya melibatkan pemerintah desa, tetapi juga masyarakat setempat.
“Termasuk bahan bangunannya, manfaatkan semaksimal mungkin barang-barang atau bahan-bahan yang ada di sekitar desa ini, apakah itu pasirnya, batunya, dan mungkin ada toko bangunan di sini,” ujar Yandri.
Pendekatan ini bertujuan agar perputaran ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi lokal di desa tersebut, kabupaten, hingga skala nasional.

Target Ambisius dan Ekosistem Ekonomi Desa
Dalam kesempatan tersebut, Mendes PDT menyampaikan target ambisius pemerintah. Di akhir tahun 2025, ditargetkan minimal 20.000 Kopdes/kelurahan sudah terbangun dan siap beroperasi. Target ini merupakan bagian dari upaya besar untuk menjadikan koperasi sebagai pilar utama ekonomi desa.
Dengan hadirnya Kopdes Merah Putih, diharapkan koperasi dapat menjalankan pelayanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di desa, sekaligus mendekatkan pelayanan kepada warga.
“Sehingga nanti kebutuhan-kebutuhan masyarakat desa ada di koperasi atau sebaliknya, hasil dari desa ini bisa diambil oleh koperasi untuk dipasarkan ke tempat lain atau koperasi ini menjadi tempat pemasaran dari hasil desa ini. Tentu siklus atau ekosistem ekonomi akan terbangun dengan baik,” jelas Yandri, menggambarkan peran strategis koperasi sebagai penghubung antara produksi dan konsumsi di desa.
Setelah acara peletakan batu pertama, Mendes Yandri bersama rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Visi Generasi Madani di Kelurahan Baju Bodoa, Kabupaten Maros. Rombongan juga dijadwalkan menghadiri kegiatan Saba Desa yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih se-Indonesia Timur di Gedung Serbaguna Kabupaten Maros.
Acara groundbreaking tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Anggota DPR RI Ashabul Kahfi, Kepala BPI Kementerian Desa Mulyadin Malik, Bupati Maros Chaidir Syam, serta jajaran Forkopimda setempat. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen lintas sektor dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis desa melalui koperasi.
Team Redaksi Untuk Kiriman Rilis Berita
Email : mydesamerdeka@gmail.com


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.