Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 20 Apr 2026 13:42 WIB ·

Menabung Kesehatan di Sekolah: Ikhtiar Sumbar Selamatkan Generasi Desa


					Menabung Kesehatan di Sekolah: Ikhtiar Sumbar Selamatkan Generasi Desa Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Masa depan nagari dan desa di Sumatera Barat tidak hanya ditentukan oleh bangku kelas, tetapi juga oleh kualitas fisik dan mental anak-anaknya. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi, menegaskan bahwa sekolah harus bertransformasi menjadi health promoting school—sebuah ruang di mana perilaku hidup sehat bukan sekadar teori, melainkan karakter yang melekat.

Dalam Rakerda UKS/M Tingkat Provinsi, Senin (20/4/2026), Arry mengingatkan bahwa ancaman kesehatan anak usia sekolah di daerah kini semakin kompleks. Mulai dari masalah fisik klasik seperti stunting, anemia, dan karies gigi, hingga “monster” baru berupa kecemasan, depresi, serta perundungan akibat dampak negatif gawai yang mulai merambah hingga ke pelosok desa.

Sekolah Sehat Bukan Agenda Rutin
“Ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum untuk menyamakan persepsi,” ujar Arry. Ia menekankan bahwa implementasi Trias UKS—pendidikan, pelayanan, dan pembinaan lingkungan—harus berjalan utuh. Sekolah di tingkat nagari dan kecamatan diharapkan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dalam satu orkestrasi kebijakan yang konkret dan terukur.

Faktanya, dari 8.524 satuan pendidikan di Sumbar, belum semua mencapai strata paripurna. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan pembinaan menjangkau sekolah-sekolah yang berada di wilayah terluar, agar akses kesehatan tidak hanya menumpuk di pusat kota.

Inovasi Jiwa Melalui TALK GME
Salah satu terobosan yang diangkat adalah program TALK GME dari RSJ HB Saanin. Program ini dirancang untuk mendeteksi dini masalah kesehatan mental di lingkungan sekolah. Langkah preventif ini sangat krusial sebagai respons atas meningkatnya angka gangguan psikologis pada remaja.

Melalui Gerakan Sekolah Sehat yang mencakup gizi, fisik, imunisasi, jiwa, dan lingkungan, Pemprov Sumbar berupaya memastikan setiap sekolah menjadi benteng pertahanan pertama bagi kesehatan anak. Tujuannya satu: melahirkan generasi muda Sumatera Barat yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dan berdaya saing di tengah tantangan zaman yang kian berat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jembatan Hildesheim Merupakan Lambang Persahabatan Dua Kota yang Diresmikan Dalam Rangka Hari Jadi Kota Padang ke-357

8 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Magelang “Paksa” Uang ASN Kembali Berputar di Warung Desa

8 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Menggugat Panggung Gastronomi: Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

8 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Sumbar Kebut Proyek Jalan Rp258 Miliar Hingga Desember

8 Agustus 2026 - 14:45 WIB

Menjinakkan Batang Guo: Gerak Cepat di Zona Merah Kuranji

6 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Alarm Kematian Mental Anak Membayangi Sumbar Emas 2045

29 Juli 2026 - 15:01 WIB

Trending di KABAR