Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

EKONOMI BISNIS · 13 Feb 2025 14:16 WIB ·

Melon Hidroponik Desa Delik Jadi Magnet Wisata Edukasi Baru


					Melon Hidroponik Desa Delik Jadi Magnet Wisata Edukasi Baru Perbesar

Tuntang, Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Siapa sangka, Dana Desa bisa disulap menjadi “tambang emas” hijau di tangan para pemuda. Desa Delik, Kecamatan Tuntang, resmi memulai babak baru pertanian modern melalui panen perdana melon hidroponik di rumah kaca (greenhouse) miliknya, Rabu (12/2/2025). Langkah inovatif ini tidak hanya bicara soal urusan perut, tetapi menjadi strategi jitu menarik minat milenial untuk kembali ke sawah dengan cara yang lebih berkelas dan bersih.

Kepala Desa Delik, Punadi, S.E., sengaja memilih melon hidroponik karena statusnya sebagai buah premium dengan permintaan pasar yang stabil. Proyek yang dibiayai Dana Desa 2024 ini dirancang untuk membuktikan bahwa bertani tidak selamanya harus kotor dan berlumpur. Dengan sentuhan teknologi, ketahanan pangan lokal naik kelas menjadi industri bernilai tambah tinggi.

Integrasi Wisata Edukasi dan Data
Keberhasilan panen melon ini merupakan kepingan puzzle terakhir bagi ambisi Desa Delik menjadi destinasi wisata edukasi terpadu. Desa yang menyandang gelar Desa Cinta Statistik (CANTIK) Nasional 2024 ini memiliki posisi tawar yang unik. Wisatawan nantinya tidak hanya belajar menanam melon, tetapi juga bisa mengeksplorasi PLTA Jelok, perkebunan kopi, karet, durian, hingga peternakan kambing dalam satu paket perjalanan.

“Kami ingin mempromosikan potensi desa secara menyeluruh. Wisata edukasi ini menjadi pintu masuk bagi peningkatan kesejahteraan warga melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” ungkap Punadi.

Studi Tiru dari Daerah Lain
Meski baru seumur jagung, reputasi kebun melon Desa Delik sudah terdengar hingga luar daerah. Tercatat perwakilan dari Kabupaten Kendal telah melakukan kunjungan studi tiru untuk mempelajari sistem hidroponik yang diterapkan. Hal ini menandakan bahwa model pengembangan pangan Desa Delik berpotensi menjadi standar baru bagi desa-desa di Jawa Tengah.

Fokus ke depan, pemerintah desa berencana melakukan hilirisasi dengan mengembangkan produk olahan melon. Dengan manajemen yang rapi dan dukungan teknologi, Desa Delik sedang bertransformasi dari desa agraris tradisional menjadi laboratorium pertanian berkelanjutan yang modern.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Paramadina Dorong Pemuda Cerdas Finansial dan Amankan Data

3 September 2026 - 06:03 WIB

Wisata Halal Sumbar: Berkah Kota Besar, Nagari Penonton

28 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Warung Pangan ID Food Diperluas, Pasar Tradisional Didorong Putus Rantai Pasok

11 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Suara Pelaku UMKM Sumbar: Butuh Legalitas Dan Keuangan

29 Juli 2026 - 14:45 WIB

Ekonomi Halal Global Harus Dimulai dari Desa dan UMKM

23 Juli 2026 - 14:58 WIB

Kisah Sukses Marno Kembangkan Bakso Lewat Bimtek

25 Juni 2026 - 15:53 WIB

Trending di EKONOMI BISNIS