Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

EKBIS · 27 Sep 2025 18:42 WIB ·

Inspiratif! Nenek 73 Tahun Sukses Kembangkan Kerajinan Shibori


					Inspiratif! Nenek 73 Tahun Sukses Kembangkan Kerajinan Shibori Perbesar

Bandungan, Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Kisah inspiratif datang dari Dusun Karanglo, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Di usia 73 tahun, Elisabeth Rubyati atau akrab disapa Bu Rubiati, berhasil mengembangkan usaha kerajinan pewarnaan kain shibori secara mandiri, mengubahnya dari sekadar pelatihan menjadi UMKM yang ordernya melimpah, bahkan saat pandemi.

Bu Rubiati menjelaskan bahwa shibori seringkali disalahpahami sebagai batik. “Sibori itu sebetulnya bukan batik, karena kalau batik menggunakan bahan malam, tapi kalau sibori tanpa ada bahan malam, jadi langsung pewarna, pengunci warna,” terangnya saat ditemui. Meskipun secara teknis berbeda—shibori menggunakan teknik lipat, ikat, dan celup (dilipat, diikat, dicelup) sementara batik menggunakan lilin/malam—istilah batik sering disematkan karena motifnya yang unik.

Perjalanan Wirausaha Berawal dari Pelatihan Sosial
Perjalanan usaha Bu Rubiati dimulai pada September 2018 setelah mengikuti pelatihan singkat yang diadakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Semarang untuk perwakilan lansia. Meskipun pelatihan tersebut hanya berlangsung setengah hari, pesan untuk menindaklanjuti ilmu tersebut memicu semangatnya.

“Dari situ saya tergugah. Saya berinisiatif untuk belajar sendiri di rumahnya ibu yang mengajar di Salatiga,” kenang Bu Rubiati. Ketekunan dan keinginan untuk terus berkreasi membuatnya mahir.

Titik balik usahanya terjadi pada 2019, saat ia memberanikan diri membuat seragam lansia di desanya. Keunikan shibori menarik perhatian saat dipamerkan di acara ulang tahun lansia desa yang dihadiri oleh Bupati. Apresiasi tersebut berbuah manis: modal awal hibah Rp5 juta dari Bupati untuk pengembangan usaha.

Sukses Melewati Pandemi dengan Seragam ASN
Puncak keberhasilan terjadi tak lama setelah itu, terutama berkat dukungan dari pemerintah daerah. Setelah mendapat bantuan bahan baku dari PT BUMA Kalimantan dan membentuk kelompok kerja beranggotakan 10 lansia, usahanya semakin dikenal.

Momen krusial datang ketika Camat Bandungan (saat itu) mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bandungan menggunakan seragam shibori setiap hari Kamis. Motif yang dipilih, yaitu garis merah dan hitam, hingga kini masih diproduksi oleh Bu Rubiati.

“Padahal itu pas pandemi, tahun 2020 kan pandemi, itu malah kami itu banyak order,” ungkapnya.

Inovasi Mandiri dan Pengakuan Nasional
Keinginan untuk terus berinovasi membuat Bu Rubiati yang berusia kepala tujuh ini aktif mencari motif dan teknik baru melalui internet. Dari eksperimen yang tak terduga—seperti kain yang luntur terkena air hujan—ia menemukan bahwa kain shibori dapat diwarnai ulang, menjadikannya guru terbaik bagi dirinya sendiri.

Inovasi ini mengantarkannya pada pengakuan formal. Pada 2021, ia berhasil memenangkan juara pertama dalam lomba Kreasi dan Inovasi (Krenova) tingkat Kabupaten Semarang. Keberhasilan ini juga menarik perhatian media nasional dan berbagai pihak yang ingin belajar darinya.

Proses pembuatan shibori sendiri relatif cepat, hanya melibatkan kain katun, pewarna remasol, pengunci warna buttergass, dan teknik lipat-ikat-celup. Walaupun hanya ia yang bertanggung jawab di bagian pewarnaan, Bu Rubiati kini memberdayakan tiga orang di bagian pelipatan saat order memuncak, membuktikan bahwa semangat wirausaha tidak mengenal usia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tenaga Muda Profesional Siap Sulap BUMDes Jadi Korporasi Desa

2 Mei 2026 - 11:32 WIB

Rapat Via Zoom Bersama Bakrie Center Foundation (BCF), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDT), serta Forum BUMDes Indonesia (FBI)

Dialog Sawit: Cara Sumbar Hindari Gesekan Pajak Air Permukaan

11 April 2026 - 12:27 WIB

Pajak Air Sawit: Antara Keuntungan Perusahaan dan Hak Desa

11 April 2026 - 12:08 WIB

UMKM Sundawenang Naik Kelas: Strategi Digital di Balai Desa

11 April 2026 - 02:09 WIB

Jangan Tunggu Viral: Merek Adalah Perisai UMKM Desa

7 April 2026 - 20:16 WIB

Menenun Identitas Ranah Minang Melalui Proteksi Kekayaan Intelektual

6 April 2026 - 16:41 WIB

Trending di EKBIS