Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Intan Bina Mandiri secara resmi membuka operasionalnya melalui acara Grand Launching yang berlangsung meriah di Dusun Suromenggalan, Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, Minggu pagi (4/01/2026). Peresmian ini tampil beda karena dikemas bersamaan dengan kompetisi Festival Hadroh yang diikuti oleh puluhan grup dari berbagai wilayah.
Kehadiran LPK ini diproyeksikan menjadi solusi strategis bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Tulungagung. Selain melatih keterampilan teknis, lembaga ini berkomitmen memberikan bekal bahasa serta nilai-nilai spiritual agar para peserta didik siap bersaing secara profesional namun tetap memiliki karakter yang kuat.
Fokus pada SDM Unggul dan Berkarakter
Pemilik LPK Intan Bina Mandiri, Sutiani, S.Sos, menjelaskan bahwa pendirian lembaga ini bertujuan untuk mencetak tenaga kerja yang terampil dan siap pakai. Ia menekankan bahwa aspek spiritual dan pembentukan karakter menjadi nilai tambah yang diberikan kepada setiap siswa pelatihan.
“Kami ingin LPK ini tidak sekadar menjadi tempat belajar keterampilan teknis, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter bagi masyarakat,” ujar Sutiani kepada awak media di sela acara.
Terkait pelaksanaan Festival Hadroh, Sutiani menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan simbol keberkahan sekaligus sarana memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW serta menyambut Tahun Baru 2026. Kompetisi ini didukung penuh oleh sponsor dari PT Indonaker Mandiri Malang dan PT Gosiva Sukses Mandiri Gondang.
Dukungan Penuh Pemerintah Desa
Acara ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Tulungagung, Joko Tri Asmoro, Camat Rejotangan, serta jajaran Forkopimcam. Kepala Desa Sumberagung, Judianan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif pembangunan LPK di wilayahnya sekaligus penyelenggaraan festival religi tersebut.
“Pemerintah desa sangat mendukung kegiatan kepemudaan yang bernapaskan religi. Festival ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana membumikan selawat di Desa Sumberagung,” tutur Judianan.
Ia menambahkan, menjaga kesenian tradisional seperti hadroh sangat penting di tengah arus budaya modern. Festival ini memperebutkan trofi Kepala Desa Sumberagung, piagam penghargaan, serta uang pembinaan senilai jutaan rupiah. Penilaian kompetisi difokuskan pada kualitas vokal, variasi pukulan rebana, dan performa keseluruhan grup.
Dengan peresmian ini, LPK Intan Bina Mandiri diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam mengurangi angka pengangguran melalui pelatihan yang komprehensif, sembari menjadikan Desa Sumberagung sebagai pusat kegiatan syiar Islam yang positif bagi generasi muda.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.