Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PUSAT · 13 Des 2025 09:05 WIB ·

Mahyeldi: Distribusi Bantuan Bencana Sumbar Wajib Libatkan Semua OPD


					Mahyeldi: Distribusi Bantuan Bencana Sumbar Wajib Libatkan Semua OPD Perbesar

Gubernur Instruksikan Semua OPD Wajib Bantu Distribusi Bantuan, Validasi Data Korban Dipercepat

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi untuk berpartisipasi aktif dan penuh dalam proses pendistribusian bantuan kepada seluruh daerah yang terdampak bencana alam. Perintah ini dikeluarkan guna mencegah penumpukan logistik dan memastikan bantuan dapat tersalurkan secara optimal kepada korban 17 hari pascabencana.

Mahyeldi menegaskan bahwa pascabencana, jumlah bantuan yang masuk dari berbagai pihak terus meningkat. Oleh karena itu, skema penyaluran yang sebelumnya hanya dibebankan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis seperti Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dinilai sudah tidak relevan lagi.

“Bantuan tidak boleh menumpuk, setiap yang masuk harus segera didistribusikan. Seluruh OPD harus ikut membantu pendistribusiannya,” tegas Gubernur Mahyeldi di Padang, Jumat (12/12/2025).

Ia menjelaskan perubahan pola ini merupakan langkah strategis mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki Dinsos dan BPBD. “Tidak mungkin semuanya kita bebankan kepada Dinsos dan BPBD, mereka juga punya keterbatasan. Itulah alasan kenapa polanya sekarang kita rubah,” ungkapnya.

Fokus Percepatan Validasi Data dan Rekapitulasi Korban
Selain penguatan distribusi, Mahyeldi juga menyoroti pentingnya percepatan validasi data di Posko Terpadu Penanggulangan Darurat Bencana Alam Sumbar. Menurutnya, akurasi dan kelengkapan data merupakan fondasi penting yang sangat dibutuhkan dalam perencanaan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi dampak bencana.

“Proses rekapitulasi data terus kita pantau secara berkala. Agar akurasi dan validasinya terjaga,” kata Mahyeldi.

Berdasarkan rekapitulasi data sementara yang dihimpun hingga Jumat (12/12/2025), bencana alam di Sumbar telah menimbulkan dampak korban jiwa yang signifikan:

  • Meninggal Dunia: 241 orang
  • Hilang: 93 orang
  • Luka-luka: 382 orang

Sedangkan total masyarakat terdampak secara keseluruhan mencapai 296.307 jiwa.

Bencana juga menimbulkan kerusakan masif pada infrastruktur permukiman dan sektor pertanian:

  • Rumah rusak berat: 1.539 unit
  • Rumah rusak sedang: 1.132 unit
  • Rumah rusak ringan: 5.421 unit

Sementara itu, sektor pertanian juga mengalami kerugian besar, meliputi kerusakan pada 7.227 hektar sawah, 7.284 hektar lahan, dan 1.125 hektar kebun masyarakat. Dengan melibatkan semua OPD dalam distribusi dan mempercepat validasi data, Pemerintah Provinsi Sumbar menargetkan transisi dari tanggap darurat menuju fase pemulihan dapat berjalan lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Membalik Arus: Strategi Prabowo Jadikan Desa Benteng Ekonomi Ekonomi Nasional

14 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Di Balik Seremoni Jembatan Merah Putih Polri: Realitas atau Pencitraan?

14 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Warung Pangan ID Food Diperluas, Pasar Tradisional Didorong Putus Rantai Pasok

11 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Saat Artificial Intelligence Menembus Batas Desa Mencari Korban TPPO

31 Juli 2026 - 09:35 WIB

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Trending di KABAR PUSAT