Jakarta [DESA MERDEKA] – Indonesia tidak akan bercahaya hanya karena satu obor besar di Monas, melainkan melalui jutaan lilin kecil yang menyala di setiap desa. Kutipan Bung Hatta ini menjadi napas utama dalam Musyawarah Nasional (Munas) II Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) yang digelar di Jakarta, Senin (11/6/2026).
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan bahwa desa bukan lagi sekadar penonton. Melalui program prioritas Presiden Prabowo Subianto, desa ditantang bertransformasi menjadi Desa Tematik untuk menggerakkan ekonomi rakyat secara langsung.

Desa Tematik: Penyuplai Utama Makan Bergizi Gratis
Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan desa mengambil peran sentral dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desa tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk luar, melainkan harus menjadi penyuplai utama bahan pangan.
“Desa-desa harus mulai fokus pada potensinya. Ada desa ayam petelur, desa nila, hingga desa buah dan sayuran,” ujar Mendes Yandri. Dengan menjadi desa tematik, perputaran uang dari program makan gratis akan menetap di desa, bukan lari ke kota atau importir. Inilah wujud nyata optimalisasi potensi desa sesuai karakter wilayah masing-masing.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Asta Cita
Munas II PAPDESI bertema “Menyatukan Desa Mengawal Asta Cita” ini menjadi ajang konsolidasi besar. Tidak hanya urusan kementerian desa, keterlibatan Menko Pangan, Menteri Koperasi, hingga Wakil Panglima TNI menunjukkan bahwa kemandirian desa adalah bagian dari strategi pertahanan nasional.
Tiga pilar utama yang akan digerakkan di tingkat desa meliputi:
- Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih: Sebagai penggerak ekonomi kolektif warga.
- Makan Bergizi Gratis (MBG): Sebagai ceruk pasar bagi hasil tani dan ternak desa.
- Sekolah Rakyat: Sebagai pusat peningkatan kualitas SDM pedesaan.
Ketua Umum PAPDESI, Wargiyati, menyerukan agar seluruh Kepala Desa “tegak lurus” dalam mengawal agenda ini. Sinkronisasi antara kebijakan pusat dan eksekusi di lapangan menjadi kunci agar lilin-lilin kecil di desa benar-benar mampu menerangi ekonomi Indonesia menuju swasembada pangan.
Team Redaksi Untuk Kiriman Rilis Berita
Email : mydesamerdeka@gmail.com


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.