Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

IPTEK · 11 Agu 2022 20:11 WIB ·

Lumbung Padi Digital: Cara Jabar Lawan Krisis Pangan Global


					Lumbung Padi Digital: Cara Jabar Lawan Krisis Pangan Global Perbesar

Bogor, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Jawa Barat sedang membuktikan bahwa cara terbaik menghadapi masa depan adalah dengan kembali ke masa lalu, namun menggunakan alat masa kini. Melalui program Tapal Desa (Ketahanan Pangan Digital Desa), Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghidupkan kembali filosofi leuit (lumbung padi) yang kini dipersenjatai dengan sistem digital.

Gubernur Jawa Barat meresmikan proyek percontohan ini di Desa Ciampea Udik, Kabupaten Bogor. Langkah ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya mendigitalisasi kearifan lokal Sunda untuk membentengi desa dari ancaman krisis pangan global yang kian nyata.

Filosofi Masa Lalu, Teknologi Masa Depan
Berbeda dengan lumbung tradisional yang hanya mengandalkan ingatan, leuit modern ini terintegrasi dengan aplikasi digital. Setiap butir gabah yang masuk dan keluar tercatat secara real-time. Digitalisasi ini memastikan transparansi data persediaan, sehingga pemerintah desa tahu persis kapan harus melakukan subsidi silang bagi warga yang membutuhkan saat krisis melanda.

“Pemasukan dan pengeluaran pangan dicatat secara digital. Bahkan, potensi subsidi silang saat krisis pun akan terdata akurat di aplikasi,” ujar Gubernur saat peluncuran di Desa Ciampea Udik.

Mandiri Tanpa Beban APBD
Sudut pandang menarik dari program ini adalah skema pendanaannya yang tidak bergantung pada APBD. Pemprov Jabar menggandeng sektor swasta, BUMN, dan BUMD melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan estimasi biaya sekitar Rp100 juta per unit, korporasi dilibatkan langsung untuk membangun ketahanan sosial di tingkat akar rumput.

Kabupaten Bogor terpilih sebagai pionir karena dianggap paling progresif. Saat ini, sembilan desa di Bogor telah siap secara lahan dan administrasi. Desa-desa tersebut meliputi Bojong Jengkol, Ciampea Udik, Jagabita, Sadeng, Urug, Malasari, Robak, Rumpin, dan Cipinang.

Belajar dari Kesaktian Kampung Adat
Inspirasi program ini lahir dari ketangguhan Kampung Adat Ciptagelar di Sukabumi. Selama berabad-abad, masyarakat di sana tidak pernah kelaparan karena disiplin menyimpan sebagian hasil panen di leuit. Prinsip menyisihkan rezeki untuk masa paceklik inilah yang ingin ditularkan ke seluruh Jawa Barat.

Targetnya ambisius: sebanyak 5.300 desa di Jawa Barat akan memiliki lumbung digital serupa. Dengan gerakan ini, desa tidak lagi hanya menjadi objek pasar pangan, tetapi menjadi subjek yang mandiri, tangguh, dan berbudaya dalam menjaga kedaulatan perut warganya sendiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 78 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Proyek Internet Desa: Ladang Cuan Vendor, Perangkat Cepat Modar

9 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Tinggalkan Semaian Alami Petani Solok Uji Tanam Instan

29 Juli 2026 - 15:13 WIB

Padi Semi Organik Kemetul: Panen Melimpah, Petani Sumringah

28 Juli 2026 - 13:55 WIB

Sawah Krandegan Panen 3 Kali Lewat Pompa Surya

22 Mei 2026 - 14:16 WIB

Membongkar Birokrasi Lambat, Desa Sukaindah Bekasi Bersiap Digital

18 Mei 2026 - 22:21 WIB

Hilirisasi Daun Iboih Ubah Wajah Ekonomi Aneuk Batee

2 Mei 2026 - 06:18 WIB

Trending di IPTEK