Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

IPTEK · 17 Sep 2025 07:55 WIB ·

Konservasi Flora Desa Menari: Warga Lokal Jadi Ujung Tombak


					Konservasi Flora Desa Menari: Warga Lokal Jadi Ujung Tombak Perbesar

Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Desa Ngerawan, yang dikenal sebagai Desa Menari di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, menjadi pusat kolaborasi unik antara akademisi dan masyarakat lokal. Dalam program konservasi flora yang digagas oleh Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Universitas Katolik Soegijapranata (UNIKA), dan Universitas Sunan Gunung Jati (UGJ), peran aktif warga lokal menjadi kunci utama keberhasilan.

Kolaborasi ini berfokus pada pelestarian flora dan fauna lokal, serta pengembangan UMKM desa. Uniknya, para narasumber dan pemandu dalam kegiatan ini bukan hanya berasal dari kalangan akademisi, tetapi juga langsung dari warga desa. “Pelaku aslinya nanti ada, UMKM nanti ada istri saya, karena memang pelaku UMKM,” ujar salah satu perwakilan pengelola Desa Menari.

Hal ini sejalan dengan prinsip yang ditekankan oleh tim kolaborasi, bahwa pengetahuan dan pengalaman warga lokal sangat penting. Contohnya, para pemandu di desa ini yang juga berprofesi sebagai petani dan peternak, seperti Wahyuni dan Miati. Mereka menjadi narasumber utama untuk bidang flora dan fauna. Menurut perwakilan pengelola, “Tidak mungkin ketika pertanyaannya ke petani, yang jawab dari kampus. Pelakunya kan langsung petani itu.”

Selain itu, terdapat mahasiswa lokal bernama Arul yang juga berperan ganda sebagai pemandu dan narasumber untuk bidang lanskap geografi. Latar belakang pendidikan Arul yang relevan dengan lanskap membuatnya menjadi jembatan yang efektif antara pengetahuan akademis dan kearifan lokal.

Program konservasi flora ini mendapat hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi. Tujuannya adalah melestarikan flora lokal, termasuk tanaman unik seperti ‘puspa’, melalui sistem informasi digital yang ramah bagi generasi muda.

Bu Widi dari UNIKA menekankan pentingnya pelestarian flora lokal karena semakin banyak generasi muda yang terasing dari alam sekitarnya. “Teman-teman dari UGJ akan menemukan tanaman-tanaman yang sebetulnya sudah ada dari dulu, tetapi belum pernah menemukannya sekarang,” katanya.

Program ini diharapkan tidak hanya melestarikan ekosistem, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan edukasi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa. Dengan melibatkan warga lokal sebagai subjek dan objek pembangunan, Desa Menari menunjukkan model kolaborasi yang efektif dan berdaya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Modal Dengkul Hasil Sawah: Rahasia Sukses Kandang Komunal Kadirejo

13 April 2026 - 17:47 WIB

Sitinjau Lauik Merdeka Sinyal: Mudik 2026 Makin Aman

20 Maret 2026 - 21:32 WIB

Algoritma Baru Google: Angin Segar Buat Berita Desa

19 Maret 2026 - 11:26 WIB

Ubah Limbah Jeruk Busuk Jadi Minyak Atsiri Bernilai

16 Maret 2026 - 10:14 WIB

Bakteri Indigeneus: Kunci Cuan Akuaponik di Lahan Sempit

13 Maret 2026 - 19:03 WIB

Ketua DPRD Sumbar: Sawah Bisa Panen Tiga Kali dengan Ilmu

4 Maret 2026 - 10:28 WIB

Trending di IPTEK