Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PEMERINTAHAN · 25 Sep 2024 08:57 WIB ·

Kepala Desa di Ujung Tanduk: Antara Netralitas dan Godaan Politik


					<em>Mendagri Muhammad Tito Karnavian (kedua kanan) saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2024). (Image courtesy: ANTARA)</em> Perbesar

Mendagri Muhammad Tito Karnavian (kedua kanan) saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2024). (Image courtesy: ANTARA)

Jakarta [DESA MERDEKA] – Bayangkan menjadi seorang kepala desa. Di satu sisi, Anda adalah pemimpin tertinggi di desa, dipercaya untuk mengayomi warga. Di sisi lain, Anda juga punya ambisi politik. Ketika Pilkada tiba, godaan untuk ikut campur dalam pertarungan politik sangat besar. Namun, ingat, ada aturan yang harus ditaati.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengingatkan bahwa kepala desa harus tetap netral selama Pilkada. Kenapa? Karena ada aturan main yang jelas, dan jika melanggar, siap-siap saja kena sanksi. Mulai dari sanksi administratif hingga pidana.

“Kepala desa itu kayak wasit dalam pertandingan sepak bola,” ujar Tito, menggambarkan posisi krusial seorang kepala desa. “Kalau wasitnya ikut main, pasti kacau pertandingannya.”

Bukan hanya Menteri Dalam Negeri yang mengingatkan. Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, juga ikut menyuarakan pentingnya netralitas kepala desa. Menurut Bagja, netralitas kepala desa ini bukan cuma masalah Bawaslu dan Kemendagri, tapi juga melibatkan Kementerian PANRB dan BKN.

“Jadi, semua pihak sepakat kalau kepala desa harus netral,” tegas Bagja.

Kenapa Netralitas Kepala Desa Penting?

Netralitas kepala desa itu penting banget buat menjaga demokrasi kita. Kalau kepala desa ikut campur dalam Pilkada, bisa-bisa terjadi ketidakadilan. Misalnya, kepala desa bisa memanfaatkan fasilitas desa untuk mendukung calon tertentu atau bahkan mengintimidasi warga yang punya pilihan berbeda.

Apa Sanksinya Kalau Melanggar?

Kalau ketahuan melanggar, kepala desa bisa kena sanksi. Sanksinya bisa berupa pencopotan dari jabatan, denda, bahkan pidana. Jadi, mendingan deh fokus urus desa aja, daripada ujung-ujungnya kena masalah.

Pesan untuk Kepala Desa

Buat para kepala desa, ingatlah bahwa jabatan yang kalian emban adalah amanah dari masyarakat. Jangan sampai amanah itu disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Tetaplah menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN