Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 10 Nov 2025 12:59 WIB ·

Keikhlasan Pahlawan, Semangat Perjuangan Masa Kini Sumatera Barat


					Keikhlasan Pahlawan, Semangat Perjuangan Masa Kini Sumatera Barat Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, memimpin upacara Peringatan Hari Pahlawan 2025 di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Senin (10/11/2025). Mengusung tema “Pahlawanku Teladanku Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”, Mahyeldi menekankan pentingnya meneladani semangat tanpa pamrih dan keikhlasan yang dicontohkan para pahlawan dalam mengisi kemerdekaan.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi membacakan amanat Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf. Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa para pahlawan bukan sekadar nama di batu nisan, melainkan cahaya yang tak pernah padam, terus menerangi jalan bagi seluruh anak bangsa hingga hari ini.

Keikhlasan Lahirkan Kemenangan Abadi
Gubernur Mahyeldi menggarisbawahi tiga nilai fundamental yang dapat diteladani dari perjuangan para pendahulu. Nilai-nilai itu mencakup kesabaran, semangat untuk mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, serta pandangan yang jauh ke depan.

“Dari kesabaran lahir kemenangan, karena kemerdekaan tidak diraih dalam semalam, tapi melalui proses panjang dan keikhlasan tanpa mengharapkan balasan,” tegas Mahyeldi membacakan amanat Mensos.

Ia menegaskan, meskipun perjuangan masa kini tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing, semangatnya harus tetap sama. Semangat itu adalah membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan bahwa tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan zaman. Semangat ini dinilai sejalan dengan program pemerintah pusat, termasuk Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang fokus pada penguatan ketahanan nasional, kemajuan pendidikan, dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Warisan Ulama dan Fatwa Jihad 10 November
Usai memimpin upacara, Gubernur Mahyeldi secara khusus mengingatkan kembali akan peristiwa bersejarah 10 November 1945 di Surabaya. Peristiwa tersebut menjadi simbol kebangkitan rakyat Indonesia yang secara luar biasa menolak upaya penjajahan kembali.

Mahyeldi menyoroti peran sentral ulama dalam membangkitkan spirit perlawanan. Fatwa jihad yang disampaikan oleh KH Hasyim Asy’ari, menurutnya, menjadi pemicu utama yang membangkitkan semangat Arek-Arek Suroboyo untuk mati-matian mempertahankan kemerdekaan.

“Peran ulama dalam perjuangan kemerdekaan sangatlah besar, dan ini membuktikan bahwa nilai spiritualisme mampu membangkitkan semangat juang yang luar biasa. Warisan sinergi antara pejuang, ulama, dan tokoh masyarakat ini harus kita jaga untuk membangun bangsa ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta upacara untuk menginternalisasikan semangat juang pahlawan melalui tindakan nyata, yaitu bekerja keras, berpikir jernih, dan melayani dengan tulus. Kemerdekaan yang telah direbut dengan pengorbanan dan keikhlasan tidak boleh disia-siakan.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai unsur, mulai dari gabungan pasukan TNI AD, AL, AU, personel Polda Sumbar, ASN, mahasiswa, hingga pelajar dari berbagai sekolah di Padang. Komandan upacara dipercayakan kepada Mayor CKE Dian Sitanggang, Dandenkomlekrem 032/WBR.

Mahyeldi menekankan, semangat kebersamaan, kekompakan, dan keikhlasan para pendahulu harus terus dijadikan teladan dalam memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Trending di RAGAM