Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Sumatra Barat tengah berpacu dengan waktu untuk menutup lubang besar di sektor kesehatan. Gubernur Mahyeldi Ansharullah mengungkap fakta bahwa provinsi ini masih membutuhkan sedikitnya 860 dokter tambahan demi memenuhi standar ideal WHO. Target rasio satu dokter per seribu penduduk kini menjadi misi krusial, terutama bagi warga di wilayah pelosok desa yang selama ini minim akses medis.
Kesenjangan ini memaksa pemerintah daerah untuk mengubah strategi. Tidak bisa lagi terus bergantung pada tenaga medis luar daerah, Gubernur Mahyeldi kini menaruh harapan besar pada pundak para lulusan perguruan tinggi lokal, seperti Universitas Baiturrahmah, untuk menjadi pelopor kesehatan di kampung halaman.
Dokter Muda: Jembatan Kemanusiaan di Daerah Terpencil
Gubernur memberikan tantangan terbuka bagi para dokter muda untuk berani meninggalkan zona nyaman kota besar. Mengabdi di daerah minim tenaga medis bukan sekadar kewajiban profesi, melainkan bentuk pengabdian emosional. Dokter asli daerah dianggap memiliki pemahaman kultural yang lebih baik untuk menyentuh hati masyarakat desa.
“Lulusan kita punya semangat mengabdi yang tinggi. Mereka adalah ujung tombak bagi masyarakat yang selama ini sulit mengakses layanan kesehatan berkualitas,” ujar Mahyeldi pada acara syukuran di Padang, Sabtu (13/7/2024).
Warisan Maizarnis: Inspirasi Melawan Keterbatasan
Semangat pengabdian ini diharapkan berkaca pada ketangguhan Hj. Maizarnis, sang pionir pendiri Universitas Baiturrahmah. Kisah hidupnya yang membangun institusi dari nol menjadi pelajaran bagi generasi Z dan milenial bahwa keterbatasan geografis desa bukanlah penghalang untuk berinovasi.
Pemerintah Provinsi Sumatra Barat kini berupaya mensinergikan pendidikan dan pelayanan publik. Tujuannya jelas: memastikan 860 posisi kosong tersebut segera terisi oleh “gelombang putih” dokter muda yang siap berbakti, memastikan warga desa tak lagi hanya menjadi penonton dalam pembangunan kesehatan nasional.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.