Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Ancaman kanker payudara dan kanker leher rahim di tingkat akar rumput kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Melalui webinar nasional series bertajuk “Bidadari Surga”, sebanyak 500 tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi garda terdepan di pelosok nagari dan desa dibekali kemampuan deteksi dini berbasis bukti (evidence-based practice).
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, mengungkapkan kegelisahannya atas tingginya angka kematian akibat kanker yang mencapai 17 per 100.000 penduduk. Fakta bahwa mayoritas kasus ditemukan pada stadium lanjut menunjukkan adanya hambatan besar dalam deteksi dini di tingkat masyarakat.
Mengasah Taring Nakes di Garis Depan
Keberhasilan menekan angka kanker sangat bergantung pada kualitas bidan dan perawat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Melalui pelatihan ini, nakes didorong untuk mempertajam keterampilan pemeriksaan klinis payudara (SADANIS) dan tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) guna mendeteksi lesi pra-kanker sebelum terlambat.
Kepala BKOM-Pelkes Sumbar, drg. Afando Ekardo, menegaskan bahwa ilmu yang didapat tidak boleh berhenti di layar monitor. Peserta diwajibkan menyusun rencana aksi nyata di puskesmas atau tempat tugas masing-masing agar dampak pelayanan kesehatan bisa langsung dirasakan oleh perempuan di daerah.
Inovasi dari Sumbar untuk Nasional
Inovasi “Bidadari Surga” ini diproyeksikan mengikuti jejak kesuksesan Sumatera Barat dalam ajang Innovative Government Award (IGA). Dengan penguatan kapasitas SDM kesehatan di desa-desa, Sumbar berupaya memutus rantai keterlambatan diagnosis yang selama ini menghantui perempuan di negara berkembang.
Dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Sumbar diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat desa agar tidak lagi takut melakukan deteksi dini. Inisiatif ini menjadi sinyal kuat bahwa keselamatan perempuan desa kini menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan kesehatan daerah.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.