Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KESEHATAN · 17 Apr 2026 14:29 WIB ·

Bidadari Surga: Benteng Desa Hadapi Kanker Paling Mematikan


					Bidadari Surga: Benteng Desa Hadapi Kanker Paling Mematikan Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Ancaman kanker payudara dan kanker leher rahim di tingkat akar rumput kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Melalui webinar nasional series bertajuk “Bidadari Surga”, sebanyak 500 tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi garda terdepan di pelosok nagari dan desa dibekali kemampuan deteksi dini berbasis bukti (evidence-based practice).

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, mengungkapkan kegelisahannya atas tingginya angka kematian akibat kanker yang mencapai 17 per 100.000 penduduk. Fakta bahwa mayoritas kasus ditemukan pada stadium lanjut menunjukkan adanya hambatan besar dalam deteksi dini di tingkat masyarakat.

Mengasah Taring Nakes di Garis Depan
Keberhasilan menekan angka kanker sangat bergantung pada kualitas bidan dan perawat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Melalui pelatihan ini, nakes didorong untuk mempertajam keterampilan pemeriksaan klinis payudara (SADANIS) dan tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) guna mendeteksi lesi pra-kanker sebelum terlambat.

Kepala BKOM-Pelkes Sumbar, drg. Afando Ekardo, menegaskan bahwa ilmu yang didapat tidak boleh berhenti di layar monitor. Peserta diwajibkan menyusun rencana aksi nyata di puskesmas atau tempat tugas masing-masing agar dampak pelayanan kesehatan bisa langsung dirasakan oleh perempuan di daerah.

Inovasi dari Sumbar untuk Nasional
Inovasi “Bidadari Surga” ini diproyeksikan mengikuti jejak kesuksesan Sumatera Barat dalam ajang Innovative Government Award (IGA). Dengan penguatan kapasitas SDM kesehatan di desa-desa, Sumbar berupaya memutus rantai keterlambatan diagnosis yang selama ini menghantui perempuan di negara berkembang.

Dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Sumbar diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat desa agar tidak lagi takut melakukan deteksi dini. Inisiatif ini menjadi sinyal kuat bahwa keselamatan perempuan desa kini menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan kesehatan daerah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Taruhan Nyawa di Antara Gempa Subuh dan Sirine Tsunami

15 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Cara Desa Wonorejo Malang Turunkan Stunting Lewat Konservasi Hutan

3 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Dari Hutan ke Meja Makan: Cara Wonorejo Mengalahkan Stunting

Menghitung Detak Jantung Generasi: Cara Singosari Melawan Stunting

21 Juli 2026 - 21:03 WIB

Rakor Kader Pembangunan Manusia Kecamatan Singosari membahas percepatan penurunan stunting melalui e-HDW di Hall Room Desa Ardimulyo

Layanan Jiwa PDSKJI Sumbar Sasar Pelosok Nagari

20 Juli 2026 - 20:19 WIB

Digitalisasi Hati dari Desa: Gerakan Akar Rumput Sigap Melati

1 Juli 2026 - 19:58 WIB

Penanganan Stunting Desa Langlang melalui Rembuk Stunting

Korupsi SKTM RSUD Tulungagung Cederai Hak Sehat Warga Desa

26 Juni 2026 - 18:05 WIB

Trending di KESEHATAN