Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KESEHATAN · 13 Mei 2026 09:23 WIB ·

Nagari Sehat: Target Eliminasi TBC Sumbar Hingga Tingkat Desa


					Nagari Sehat: Target Eliminasi TBC Sumbar Hingga Tingkat Desa Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Perang melawan Tuberkulosis (TBC) di Sumatera Barat kini bergeser ke garis depan: Nagari dan Desa. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa kunci utama pemberantasan penyakit menular ini bukan lagi di rumah sakit besar, melainkan pada kolaborasi aktif Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga kader kesehatan di pelosok desa.

Tantangan di Sumatera Barat tidaklah ringan. Dari estimasi 25 ribu kasus TBC, sekitar 10 ribu orang di antaranya masih “berkeliaran” tanpa penanganan medis karena belum terdeteksi. Tanpa intervensi di tingkat desa, angka ini berpotensi terus menulari warga lainnya di lingkungan perdesaan.

Renovasi Rumah dan Gizi untuk Warga Desa
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, membawa pesan langsung dari Presiden RI mengenai keseriusan ini. Pemerintah pusat tidak hanya bicara soal obat, tetapi juga infrastruktur hunian. Program renovasi 8.000 rumah tengah disiapkan, mengingat lingkungan rumah yang tidak sehat di pedesaan menjadi inkubator utama penyebaran bakteri TBC.

Tak hanya hunian, asupan gizi juga menjadi sorotan. Pasien TBC dari keluarga kurang mampu di desa diusulkan masuk dalam skema Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini penting agar pengobatan selama enam bulan tidak terputus hanya karena masalah perut.

Cek Kesehatan Gratis Sebagai Solusi Dini
Pemerintah Provinsi Sumbar kini mengandalkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk menyisir warga desa yang selama ini enggan memeriksakan diri. “Jangan sampai masyarakat datang ke rumah sakit ketika kondisi sudah parah,” ujar Mahyeldi. Kader kesehatan di nagari-nagari didorong untuk lebih aktif melakukan deteksi dini sebelum penyakit tersebut merenggut nyawa.

Melalui sinergi lintas sektor ini, TBC tidak lagi dilihat sebagai masalah medis semata, melainkan bagian dari pembangunan kualitas hidup warga desa. Dengan target eliminasi yang ambisius, penguatan fasilitas kesehatan hingga ke tingkat desa diharapkan mampu menekan angka kematian yang mencapai 126 ribu jiwa per tahun di skala nasional.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

WVI Latih 65 Ibu Muda Perkuat Kesehatan Anak Malaka

20 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Taruhan Nyawa di Antara Gempa Subuh dan Sirine Tsunami

15 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Cara Desa Wonorejo Malang Turunkan Stunting Lewat Konservasi Hutan

3 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Dari Hutan ke Meja Makan: Cara Wonorejo Mengalahkan Stunting

Menghitung Detak Jantung Generasi: Cara Singosari Melawan Stunting

21 Juli 2026 - 21:03 WIB

Rakor Kader Pembangunan Manusia Kecamatan Singosari membahas percepatan penurunan stunting melalui e-HDW di Hall Room Desa Ardimulyo

Layanan Jiwa PDSKJI Sumbar Sasar Pelosok Nagari

20 Juli 2026 - 20:19 WIB

Digitalisasi Hati dari Desa: Gerakan Akar Rumput Sigap Melati

1 Juli 2026 - 19:58 WIB

Penanganan Stunting Desa Langlang melalui Rembuk Stunting
Trending di KESEHATAN