Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Langkah nyata menekan kerentanan kesehatan anak di wilayah tapal batas terus dipacu. Wahana Visi Indonesia (WVI) resmi menggelar Orientasi Peningkatan Kapasitas Integrasi Layanan Primer (ILP) bagi puluhan kader Posyandu dan tenaga kesehatan. Kegiatan krusial ini berpusat di Aula Susteran Betun, Kabupaten Malaka, dan berlangsung selama tiga hari penuh sejak Selasa (20/10/2026) hingga Kamis (22/10/2026).
Sebanyak 65 kader Posyandu yang didominasi oleh para ibu muda terpilih dari lima desa dampingan intensif WVI menjadi ujung tombak dalam pelatihan ini. Keterlibatan aktif kelompok ibu muda ini dinilai strategis. Mereka tidak hanya menetap permanen di desa, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dan pengalaman langsung dalam pola pengasuhan balita sehari-hari.
Manajer WVI Area Development Timor-Perbatasan Kabupaten Malaka dan Belu, Rikardus Wawo, menegaskan komitmen lembaga dalam mengawal masyarakat rentan. Intervensi difokuskan pada sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
“Untuk pelatihan kader ini masuk ke poin pemberdayaan masyarakat. Tujuannya supaya anak-anak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal di Posyandu,” urai Rikardus saat memberikan sambutan pembuka.
Menembus Tantangan Geografis dan Kerentanan Wilayah
Mengapa kapasitas mereka harus digenjot? Jawabannya ada pada peta wilayah. Lima desa asal para kader ini menghadapi tantangan geografis dan alam yang tidak mudah.
Desa Kleseleon, Leunklot, Umalawain, dan Haliklaran berada di bawah administrasi Kecamatan Weliman. Wilayah-wilayah ini bersisian langsung dengan daerah aliran Sungai Benanain yang rawan luapan banjir tahunan. Sementara itu, Desa Motaulun terletak di wilayah pesisir dataran rendah Kecamatan Malaka Barat.
Kondisi lingkungan yang rentan terhadap siklus bencana dan keterbatasan akses air bersih pascabanjir kerap memicu infeksi berulang pada anak. Faktor non-gizi inilah yang selama ini menjadi salah satu pemicu utama tingginya angka stunting di Nusa Tenggara Timur. Penguatan posyandu di lima desa fokus ini diharapkan menjadi benteng pertahanan pertama sekaligus model percontohan yang efektif.
Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Terbukti dengan hadirnya tenaga kesehatan puskesmas, nakes desa, hingga perwakilan bidang kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka di lokasi acara.
Melalui implementasi sistem ILP ini, pelayanan kesehatan tidak lagi berjalan parsial. Kerja sama solid antara posyandu dan puskesmas kini dirancang menjadi lebih terintegrasi demi menjamin masa depan pemenuhan gizi anak-anak di beranda terdepan Indonesia.

Desa Membangun Negeri


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.