Halmahera Selatan [DESA MERDEKA] – Di tengah tuntutan kompleksitas pelayanan kesehatan modern, sosok Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha, dr. Titin Andriani, hadir sebagai teladan nyata akan kesederhanaan dan dedikasi yang luar biasa.
Di Labuha, Bacan, Halmahera Selatan, nama dr. Titin tak hanya dikenal sebagai pucuk pimpinan sebuah institusi penting, tetapi juga sebagai pribadi yang merakyat dan jauh dari kesan formalitas. Keberadaan dr. Titin secara gamblang mengingatkan kita bahwa pelayanan publik yang sejati bermula dari kerendahan hati dan kepedulian tulus terhadap sesama.
Sosok Direktur yang Akrab dengan Sepeda Motor dan Ojek
Berbeda dengan gambaran umum pejabat publik yang kerap memanfaatkan fasilitas kendaraan dinas, dr. Titin justru memilih moda transportasi yang jauh lebih sederhana untuk kegiatan sehari-hari, termasuk saat beranjak dari kediamannya menuju RSUD Labuha. Ia terbiasa mengendarai sepeda motornya sendiri, sebuah pemandangan yang mungkin jarang ditemui pada seorang direktur rumah sakit. “Awal bertugas di RS, saya memang naik motor dengan pertimbangan praktis saja dan lebih cepat ke sana kemari,” ujarnya. Pilihan ini bukan tanpa alasan, karena sepeda motor lebih karena kemudahan akses.
Meski demikian, kepada Awak Desa Merdeka, dr. Titin juga mengakui bahwa tidak setiap saat ia menggunakan sepeda motor pribadinya. “Untuk sekarang ini, karena motor di rumah sudah dipakai saudara, akhirnya saya jadi sering dijemput teman di RS,” tambahnya. Lebih jauh, jika mobil operasional RS sedang digunakan oleh pegawai lain atau untuk melayani tamu, dr. Titin tidak segan-segan memilih menggunakan jasa ojek. “Saya memilih ngojek saja, yang penting bisa sampai di RS tepat waktu,” ujarnya santai, menunjukkan fleksibilitas dan komitmennya terhadap waktu.
Sikapnya yang bersahaja juga tercermin dari gaya berpakaiannya yang sederhana. Tak jarang, banyak orang tak menyangka bahwa perempuan ramah yang kerap menyapa setiap pegawai dan pasien di RSUD Labuha itu adalah pucuk pimpinan rumah sakit. Ia memperlakukan semua orang dengan setara, tanpa memandang jabatan atau status sosial. Keramahan dan sikap rendah hati ini telah berhasil menciptakan suasana kerja yang hangat dan kekeluargaan di lingkungan RSUD Labuha.
Kiprah dan Dedikasi Panjang di Dunia Medis
Di balik kesederhanaannya, dr. Titin adalah seorang dokter umum yang memiliki dedikasi tinggi dan rekam jejak pengabdian yang panjang. Ia bukan hanya memimpin RSUD Labuha, tetapi juga bersama sang suami, dr. Surahmat, mengelola Klinik Keluarga dr. Surahmat. Klinik ini merupakan salah satu klinik dokter umum pertama yang hadir di Labuha, Bacan, dan telah lama menjadi rujukan masyarakat setempat.
Klinik Keluarga dr. Surahmat menyediakan berbagai fasilitas kesehatan dasar, mulai dari pemeriksaan dokter umum, hingga fasilitas cek darah lengkap (hematologi), patologi, pemeriksaan tipes, serta laboratorium mini. Keberadaan klinik ini menjadi bukti nyata komitmen dr. Titin dan dr. Surahmat dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat Labuha. Pasangan dokter ini bahu-membahu melayani, menjadi contoh nyata sinergi antara peran profesional dan pengabdian personal.
Perjalanan karier dr. Titin di Halmahera Selatan dimulai sejak ia berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2002. Awalnya, ia datang ke Maluku Utara sebagai dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan ditugaskan di Puskesmas Laiwui pada tahun 2000. Lima bulan berselang, ia mengikuti tes CPNS, lulus, dan ditugaskan di Puskesmas Labuha.
“Saya tahun 2004 diamanahi sebagai Kapus (Kepala Puskesmas) Labuha sampai tahun 2008,” jelasnya. Kemudian, pada tahun 2008, ia ditarik ke Dinas Kesehatan Halmahera Selatan. Dr. Titin kemudian dipindahtugaskan ke RS Obi pada tahun 2017, tetapi bermohon untuk dititipkan di puskesmas di Bacan, dan akhirnya ditugaskan di Puskesmas Gandasuli.
“Tahun 2018 dipindahkan ke Puskesmas Labuha sebagai dokter fungsional sampai Februari 2024,” lanjutnya. “Pada 18 Maret 2024, saya ditugaskan di RS (RSUD Labuha) sampai sekarang.” Dalam kehidupan pribadinya, dr. Titin bersama dr. Surahmat dikaruniai tujuh orang anak.
Menjadi Teladan dalam Pelayanan Publik
Kesederhanaan dr. Titin bukan sekadar gaya hidup, melainkan cerminan dari filosofi kepemimpinannya. Ia menunjukkan bahwa integritas dan dedikasi seorang pemimpin tidak diukur dari kemewahan fasilitas, melainkan dari seberapa dekat ia dengan rakyat, seberapa tulus ia melayani, dan seberapa besar dampaknya bagi kemajuan institusi yang dipimpinnya.
Dengan memilih sepeda motor sebagai kendaraan sehari-hari dan mempertahankan gaya hidup yang bersahaja, dr. Titin telah memberikan inspirasi bahwa jabatan adalah amanah, bukan privilese semata. Sosoknya menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya para pejabat publik, bahwa kesederhanaan adalah kunci untuk membangun kepercayaan dan menciptakan pelayanan yang benar-benar memihak pada kepentingan masyarakat.

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.