Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KESEHATAN · 24 Mar 2026 16:16 WIB ·

Aksi Nyata PKK Samuya Kawal Ibu Hamil Berisiko


					Ketua PKK Desa Samuya, Celsiyanti I Lasaso, tampak berbincang dengan Bumil yang butuh penanganan cepat Perbesar

Ketua PKK Desa Samuya, Celsiyanti I Lasaso, tampak berbincang dengan Bumil yang butuh penanganan cepat

Taliabu, Maluku Utara [DESA MERDEKA] Jauhnya akses medis di wilayah kepulauan tidak menyurutkan semangat kemanusiaan di Kabupaten Pulau Taliabu. Aprelia Leuobi, seorang ibu hamil asal Desa Samuya yang didiagnosis mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), harus dilarikan ke Bobong untuk mendapatkan perawatan intensif. Langkah darurat ini menjadi krusial karena kondisi KEK mengancam keselamatan ibu dan janin jika tidak ditangani dengan fasilitas yang memadai.

Menariknya, perjuangan Aprelia tidak dilalui sendirian. Ketua PKK Desa Samuya, Celsiyanti I Lasaso, memilih turun langsung mendampingi pasien menyeberangi lautan menuju ibu kota kabupaten. Aksi ini memecahkan kekakuan birokrasi organisasi, mengubah peran administratif menjadi pendampingan moral dan fisik yang nyata di lapangan.

Lebih dari Sekadar Tugas Organisasi
Bagi Celsiyanti, mendampingi ibu hamil dengan risiko kesehatan tinggi di daerah terpencil adalah tanggung jawab moral yang mutlak. Ia memastikan seluruh proses rujukan berjalan lancar, mulai dari keberangkatan hingga perawatan di RSUD Bobong.

“Saya akan tetap mendampingi pasien selama menjalani perawatan di Bobong. Harapan kami, Ibu Aprelia sehat hingga proses persalinan nanti berjalan selamat,” ujar Celsiyanti, Selasa (24/3/2026). Pendampingan ini menjadi bukti bahwa deteksi dini dan respons cepat adalah kunci utama menekan angka kematian ibu di wilayah pelosok.

Sinergi Penyelamat Nyawa di Pelosok
Keberhasilan rujukan ini juga tidak lepas dari kesigapan Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu. Celsiyanti memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati dan Dinas Kesehatan yang memberikan perhatian khusus pada kasus-kasus kerentanan gizi ibu hamil di Taliabu Timur.

Kondisi Pasien Tindakan Darurat Target Utama
Kekurangan Energi Kronis (KEK) Rujukan Cepat ke Bobong Keselamatan Ibu & Bayi
Akses Terbatas Pendampingan Langsung Ketua PKK Dukungan Psikologis & Logistik
Risiko Komplikasi Perawatan Intensif RSUD Pemulihan Kondisi Gizi

Perjalanan medis Aprelia menuju Bobong adalah potret nyata bahwa di balik keterbatasan infrastruktur, dukungan lintas sektor—mulai dari kader desa hingga pemerintah daerah—menjadi harapan baru bagi setiap ibu hamil di wilayah kepulauan untuk mendapatkan hak kesehatan yang layak.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Cara Desa Wonorejo Malang Turunkan Stunting Lewat Konservasi Hutan

3 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Dari Hutan ke Meja Makan: Cara Wonorejo Mengalahkan Stunting

Menghitung Detak Jantung Generasi: Cara Singosari Melawan Stunting

21 Juli 2026 - 21:03 WIB

Rakor Kader Pembangunan Manusia Kecamatan Singosari membahas percepatan penurunan stunting melalui e-HDW di Hall Room Desa Ardimulyo

Layanan Jiwa PDSKJI Sumbar Sasar Pelosok Nagari

20 Juli 2026 - 20:19 WIB

Digitalisasi Hati dari Desa: Gerakan Akar Rumput Sigap Melati

1 Juli 2026 - 19:58 WIB

Penanganan Stunting Desa Langlang melalui Rembuk Stunting

Korupsi SKTM RSUD Tulungagung Cederai Hak Sehat Warga Desa

26 Juni 2026 - 18:05 WIB

Desa Dengkol Mengubah Rembug Stunting Menjadi Laboratorium Solusi

24 Juni 2026 - 13:34 WIB

Trending di KESEHATAN